Legislator: Pengoptimalan Puskesmas Cegah Stunting di Pontianak


PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Legislator Kota Pontianak, Provinsi Kalbar menyatakan, pengoptimalan fungsi Puskesmas yang ada di tiap kelurahan bisa mencegah stunting (perkembangan anak yang pendek dibanding anak seusianya) di kota itu.

“Pengentasan dan antisipasi stunting di wilayah Kota Pontianak harus menjadi fokus bersama, dimulai dari fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan kawasan pemukiman masyarakat, seperti Puskesmas,” kata Anggota DPRD Kota Pontianak, Nurfadli di Pontianak, Senin (26/3).

Ia menjelaskan, pihak orangtua agar secara rutin memantau asupan gizi anak, pemeriksaan bayi dan balita di Puskesmas atau Posyandu.

“Selama ini memang ada Posyandu yang melakukan hal tersebut, namun pendampingan Puskesmas harus benar-benar dijalankan lagi, apalagi ada 100 wilayah se-Indonesia jadi fokus pengentasan stunting, dan di Kalbar sendiri ada 10 daerah, meskipun Pontianak tidak termasuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, stunting bisa dicegah dengan melakukan pemantauan terhadap asupan gizi anak sejak masa hamil.

“Mulai dari dalam kandungan asupan gizi untuk calon bayi sudah harus diperhatikan, dan ditunjang lagi ketika sudah lahir, maka penting adanya pengecekan secara berkala terhadap tumbuh dan kembang anak,” ujarnya.

Sehingga, menurut dia, dengan memberikan asupan gizi yang baik, maka pertumbuhan anak yang tidak diinginkan tidak akan terjadi karena asupan gizinya sudah cukup baik,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Fadli meminta, kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Pontianak, agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu stunting, seperti bagaimana mencegahnya, dan apa saja yang perlu diperhatikan masyarakat agar anak mereka bisa tumbuh dan berkembang normal. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close