Legislator: Pemerintah Abaikan Pembangunan Desa

0
38
desa tertinggal (ilustrasi)

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Wakil ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalimatan Tengah, Parimus, menilai pembangunan di daerah itu masih belum merata terutama di wilayah pedesaan.

“Saya lihat masih ada desa yang terabaikan pembangunan oleh pemerintah daerah salah satunya yakni Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kotawaringin Timur,” katanya di Sampit, Selasa (13/2).

Parimus mengatakan sampai saat ini belum ada akses jalan menuju desa itu.

Loading...

“Padahal dulu sudah ada badan jalan dari jalan Sudirman menuju desa tersebut sepanjang 22 kilometer, tapi ternyata dalam perjalanannya pemerintah daerah mengakui tidak lagi berani menganggarkan karena di situ masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP),” terangnya.

Hambatan itu adalah salah satu alasan yang menjadikan desa tersebut terisolir.

Melihat pemerintah tidak membangun jalan menuju desa, Parimus akhirnya berinisiatif membuka jalan alternatif sendiri dengan menggunakan uang pribadinya.

“Saat ini sudah terbangun badan jalan sepanjang dua kilometer. Sekarang hanya tinggal lima kilometer lagi jalan itu akan tembus menghubungkan Desa Sebabi dan Desa Tanah Putih,” ucapnya.

Untuk melanjutkan dan menyambung pembangunan jalan sepanjang lima kilometer tersebut, Parimus berharap bantuan dari pemerintah daerah setempat.

“Saya berharap ada kepedulian dari pemerintah daerah dan saya sebagai wakil rakyat dari daerah itu merasa prihatin selama ini APBD kita yang mencapai Rp1 triliun lebih tapi tidak bisa disisihkan untuk desa yang sudah lama mendambakan jalan darat,” ungkapnya.

Selain persoalan jalan, Desa Tanah Putih juga belum mendapat penerangan listrik padahal itu merukana salah satu desa tua yang sejatinya diprioritaskan.

Di Desa Tanah Putih sebetulnya banyak terdapat investasi perkebunan kelapa sawit, tapi hadirnya investasi itu bukan jaminan memberikan kemajuan yang signifikan bagi desa sekitarnya.

“Nanti ada saatnya sesekali pejabat daerah ini khususnya kalangan eksekutif kita bawa meninjau langsung ke lapangan agar meraka tahu kondisi masyarakatnya sendiri, biar jadi bahan untuk perencanaan pembangunan selanjutnya,” demikian Parimus. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama