Legislator: Pemerintah Abaikan Pembangunan Desa

0
7
desa tertinggal (ilustrasi)

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Wakil ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalimatan Tengah, Parimus, menilai pembangunan di daerah itu masih belum merata terutama di wilayah pedesaan.

“Saya lihat masih ada desa yang terabaikan pembangunan oleh pemerintah daerah salah satunya yakni Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kotawaringin Timur,” katanya di Sampit, Selasa (13/2).

Parimus mengatakan sampai saat ini belum ada akses jalan menuju desa itu.

“Padahal dulu sudah ada badan jalan dari jalan Sudirman menuju desa tersebut sepanjang 22 kilometer, tapi ternyata dalam perjalanannya pemerintah daerah mengakui tidak lagi berani menganggarkan karena di situ masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP),” terangnya.

Hambatan itu adalah salah satu alasan yang menjadikan desa tersebut terisolir.

Melihat pemerintah tidak membangun jalan menuju desa, Parimus akhirnya berinisiatif membuka jalan alternatif sendiri dengan menggunakan uang pribadinya.

“Saat ini sudah terbangun badan jalan sepanjang dua kilometer. Sekarang hanya tinggal lima kilometer lagi jalan itu akan tembus menghubungkan Desa Sebabi dan Desa Tanah Putih,” ucapnya.

Untuk melanjutkan dan menyambung pembangunan jalan sepanjang lima kilometer tersebut, Parimus berharap bantuan dari pemerintah daerah setempat.

“Saya berharap ada kepedulian dari pemerintah daerah dan saya sebagai wakil rakyat dari daerah itu merasa prihatin selama ini APBD kita yang mencapai Rp1 triliun lebih tapi tidak bisa disisihkan untuk desa yang sudah lama mendambakan jalan darat,” ungkapnya.

Selain persoalan jalan, Desa Tanah Putih juga belum mendapat penerangan listrik padahal itu merukana salah satu desa tua yang sejatinya diprioritaskan.

Di Desa Tanah Putih sebetulnya banyak terdapat investasi perkebunan kelapa sawit, tapi hadirnya investasi itu bukan jaminan memberikan kemajuan yang signifikan bagi desa sekitarnya.

“Nanti ada saatnya sesekali pejabat daerah ini khususnya kalangan eksekutif kita bawa meninjau langsung ke lapangan agar meraka tahu kondisi masyarakatnya sendiri, biar jadi bahan untuk perencanaan pembangunan selanjutnya,” demikian Parimus. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Departemen Keuangan AS Kritik Keras Aksi Non Pasar China

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID - Pejabat tinggi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Rabu (21/2), menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi China yang dituduh "berperilaku non-pasar" serta mengatakan bahwa AS...
banjir

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Bojonegoro

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,5-1 meter...

Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

DEMAK, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2). Calon gubernur yang berpasangan...
Penjahat ditangkap

Sembunyikan Sabu Dalam Pembalut, Penumpang Pesawat Diamankan

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - EW (41), perempuan penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Semarang, Jawa Tengah, ditangkap saat diketahui berusaha menyelundupkan 538 gram narkotika jenis sabu-sabu...
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung Anggap Nomor 4 Bawa Keberuntungan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu...
loading...
IMG_20180221_224758_367

Apa yang Kau Cari, Fahri Hamzah?

Fahri Hamzah, politisi paling populer tahun-tahun ini. Anggota DPR dari fraksi PKS ini sangat kritis terhadap segala hal yang dianggapnya tidak benar dalam penyelenggaraan...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...