Legislator Palangka Raya Prihatin Kunjungan Wisatawan Menurun

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Subandi prihatin jumlah kunjungan wisatawan ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2017 lebih rendah dari tahun sebelumnya.

“Kami prihatin kunjungan wisatawan ke kota kita tahun 2017 menurun dari 2016. Seharusnya Disbudpar mampu meningkatkan jumlah kunjungan. Apalagi pariwisata adalah salah satu visi-misi pemerintah kota. Maka tahun ini jumlah wisatawan harus meningkat dari 2017,” kata Subandi di Palangka Raya, Ahad (25/3).

Untuk itu, politisi Golkar ini meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palangka Raya mengevaluasi penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisatawan tersebut.

Selain itu dia juga meminta Disbudpar “Kota Cantik” ini untuk semakin kreatif dan inovatif dalam memasarkan dan mempromosikan objek wisata yang ada.

“Selain melalui berbagai media konfensional juga bisa melalui media soaial. Termasuk juga dengan menggelar even tingkat nasional sehingga mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Palangka Raya,” katanya.

Dia pun meminta pemerintah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini meningkatkan pagu anggaran terkait program kepariwisataan.

“Pemkot juga harus menggandeng para investor serta pengusaha yang ada di kota ini untuk berkolaborasi mempromosikan objek wisata maupun melaksanakan event untuk menarik wisatawan,” katanya.

Selain itu, menurut Subandi, Disbudpar juga harus mampu memanfaatkan program pemerintah pusat dalam pengembangan kepariwisataan.

Berdasarkan data Disbudpar Palangka Raya, selama 2017 kita mencatat sebanyak 337.081 orang berkunjung ke Palangka Raya. Mereka terdiri atas 332.760 wisatawan nusantara dan 4.321 wisatawan mancanegara.

Sementara pada 2016 Disbudpar mencatat jumlah kunjungan wisatawan untuk wisatawan nusantara tercatat 391 ribu lebih, sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 7.117 orang.

Jumlah kunjungan wisatawan tersebut dihimpun dari tiga sektor yakni dari kunjungan ke Objek Daya Tarik Wisata (ODTW), kunjungan hotel atau wisma dan terakhir kunjungan saat ada pelaksanaan kegiatan nasional maupun regional maupun tingkat lokal Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Palangka Raya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER