Legislator: Jangan Urus KTP-el Lewat Calo

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Sutik mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

“Mengurus data penduduk melalui jasa calo akan rugi karena biayanya lebih besar, untuk itu masyarakat harus mengurus sendiri ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” katanya di Sampit, Sabtu (21/4).

Menurut Sutik, pengurusan atau perekaman KTP-el dilakukan langsung oleh yang bersangkutan lebih cepat dan memperkecil kesalahan penulisan nama.

“Jika kita tidak menggunakan jasa calo, saya yakin keberadaan mereka akan hilang dengan sendirinya,” ucapnya.

Sutik berharap kepada dinas teknis, yakni Disdukcapil untuk turut berantas dan mencegah keberadaan calo KTP-el dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan pelayanan yang baik dan kemudahan dalam pembuatan KTP-el diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk melengkapi data kependudukan,” terangnya.

Sutik minta pelayanan perekaman KTP-el tidak hanya terfokus di wilayah kecamatan perkotaan saja, namun pelayanan juga hendak di lakukan di wilayah pelosok Kotawaringin Timur.

“Sampai sekarang puluhan ribu warga yang tinggal di wilayah pelosok belum memiliki KTP-el. Hal itu terjadi karena selama ini pelayanan yang dilakukan Disdukcapil hanya di wilayah perkotaan saja,” jelasnya.

Pelayanan perekaman KTP-el di wilayah pelosok selama ini terabaikan, kondisi itu mengakibatkan warga pelosok tidak memiliki KTP-el.

“Kami minta kinerja Disdukcapil Kotawaringin Timur dievaluasi dan memperbaiki serta meningkat pelayanan perekaman KTP-el hingga ke wilayah pelosok,” demikian Sutik. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Dari Plot Pembunuhan Menuju Monarkhi Konstitusional di Arab Saudia

Aneka media luar dan dalam negeri dengan telanjang menggambarkannya. Tim 15 orang memutilasi, memotong korban ketika korban masih hidup. Suara melengking korban kesakitan yang luar biasa terdengar dan terekam.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER