KPU Kotabaru Pantau Pemutakhiran Data Pemilih

KOTABARU, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, melakukan pemantauan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2019 di sebelas kecamatan.

“Sebelas kecamatan itu dianggap sudah mewakili 21 kecamatan yang ada,” Ketua KPU Kabupaten Kotabaru Akhmad Gafuri, Jumat (11/5).

Dari hasil pemantauan, petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (pantarlih) sudah bekerja sesuai petunjuk dan pedoman yang ada. Bahkan sebagian sudah 100 persen melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Di sisi lain ada sejumlah masalah yang ditemukan pantarlih di lapangan. Diantaranya banyak calon pemilih yang belum merekam data KTP elektronik.

Sementara agar bisa terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019, syarat utamanya harus sudah merekam data KTP elektronik.

“Yang belum melakukan perekaman, kita minta dicatat. Nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” Gafuri menambahkan.

Pihaknya belum mengetahui berapa jumlah calon pemilih yang belum merekam data KTP elektronik karena proses pemutakhiran data pemilih masih berjalan. Diharapkan jumlahnya tak terlalu banyak agar perekaman data bisa diakomodir sebelum pelaksanaan Pemilu.

Masalah lain yang ditemukan setelah dilakukan coklit ternyata ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlah pemilihnya bertambah sehingga lebih dari 300 orang. Konsekuensinya jumlah TPS juga perlu ditambah.

“Sementara ada 1.105 rancangan TPS, ini bisa berkurang atau bertambah lagi tergantung hasil coklit,” kata Gafuri.

Coklit data pemilih Pemilu 2019 dimulai serentak secara nasional pada 17 April hingga 17 Mei 2018.

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri menetapkan Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Kabupaten Kotabaru untuk Pemilu 2019 sebanyak 250.792 jiwa.

Setelah coklit selesai dilaksanakan, selanjutnya dilakukan penyusunan bahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh PPS, PPK, dan KPU kabupaten/kota. Kemudian DPS akan diumumkan untuk menjaring masukan dan tanggapan dari masyarakat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER