Kotawaringin Timur Berharap Dapat Tambahan Kuota Haji

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Umat Islam di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berharap mendapat tambahan kuota haji karena daftar tunggu saat ini sangat panjang.

“Daftar tunggu kami sampai sekarang sudah 3.000 lebih, sehingga baru habis diberangkatkankan selama 19 tahun. Artinya, kalau setor bulan ini, maka 19 tahun nanti baru bisa berangkat,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur, H Samsudin di Sampit Selasa (10/4).

Samsudin mengakui, niat umat Islam di Kotawaringin Timur untuk menjalankan ibadah haji sangat tinggi. Meski sudah mengetahui daftar tunggu sudah sangat panjang, namun hal itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk mendaftarkan diri berangkat haji.

Mereka yang mendaftarkan diri sebagai calon haji sangat beragam, bukan hanya kalangan aparatur sipil negara atau pegawai. Malah yang mendominasi adalah warga yang bekerja di sektor swasta, seperti pedagang, petani dan lainnya.

Ibadah haji ditunjukkan bagi yang sudah memiliki kemampuan secara finansial, jasmani dan rohani. Masyarakat rela menabung agar bisa menunaikan ibadah haji.

Berdasarkan kuota yang ada, jemaah asal Kotawaringin Timur yang siap berangkat tahun ini berjumlah 213 orang. Samsudin berharap masih ada peluang bagi Kotawaringin Timur mendapatkan kursi tambahan tahun ini.

“Ada kebijakan pemerintah memprioritaskan calon haji yang berusia lanjut, yaitu yang berusia 75 tahun lebih, dengan catatan sudah menyetor awal selama tiga tahun. Pendampingnya juga bisa diberangkatkan,” kata Samsudin.

Pemerintah juga membuat kebijakan memprioritaskan pendaftar yang belum pernah melaksanakan ibadah haji. Bagi pendaftar yang sudah pernah naik haji, diberi syarat yakni baru boleh kembali mendaftar haji setelah lima tahun kemudian.

Samsudin menambahkan, biaya perjalanan ibadah haji tahun ini diperkirkan naik, namun belum diumumkan jumlah pastinya. Tahun lalu biaya perjalanan ibadah haji untuk Kalimantan Tengah ditetapkan sebesar Rp37.837.000 per orang.

Belum lama ini para calon haji Kotawaringin Timur menjalani pemeriksaan kesehatan tahap awal. Selain itu, saat ini proses administrasi juga sedang berlangsung dan diharapkan tidak ada kendala.

Samsudin mengimbau seluruh calon haji menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar bisa menjalankan ibadah haji saat tiba waktunya. Nantinya petugas kesehatan juga akan kembali melakukan pemeriksaan secara rinci untuk mengetahui risiko apa saja yang dihadapi setiap calon haji dalam hal kesehatan sehingga bisa diantisipasi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER