Kota Balikpapan Bangkrut

18
2623
Pemandangan kota Balikpapan. (foto: istimewa)

BALIKPAPAN – Salah satu kota metropolis dikawasan Indonesia bagian timur, Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kebangkrutan. Statemen mengejutkan tersebut diutarakan langsung oleh Walikota Balikpanan, Rizal Effendi, didepan para peserta  Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Walikota Balikpapan, pada hari Rabu (22/3).

“Kondisi kita saat ini bangkrut, perangkat daerah tidak karuan, utang kita pada penyedia makanan cukup besar. Bisa jadi, tahun ini satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak ada kegiatan,” ungkap Rizal.

“Bagaimana tidak bangkrut, uang Pemkot hanya Rp 260 milyar, tapi usulan Musrenbang sebesar Rp 6 triliun. Apa tidak kacau?” Lanjutnya.

Kedepan, untuk jangka pendek, Walikota memastikan Pemkot tidak akan menyediakan konsumsi saat ada acara atau kegiatan. Pihaknya akan mengajak para pengusaha berkenan memberikan bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility).

“Kalau kita jujur, utang Pemkot di perusahaan Catering (Penyedia makanan) itu cukup besar. Makanya saya minta agar SKPD yang akan mengadakan kegiatan tidak menyediakan makanan. Jadi harus sama-sama merasakan lapar bersama”, ungkap Rizal.

Semenatar itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 613 milyar. Adapun rincianya, pajak daerah Rp 419 milyar, sedangkan hasil dari retribusi daerah Rp 68 milyar, selanjutnya hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan Rp 26,4 milyar, dan dari sektor potensi yang lain Rp 99,9 milyar.

Pemerintah kota Balikpapan berencana meningkatkan PAD melalui sektor ritel, menyusul menjamurnya minimarket di kota Balikpapan.

“Minimarket waralaba itu bisa dipungut banyak kategori pajak, seperti PBB (Pajak bumi bangunan), pajak reklame, pajak penerangan jalan non PLN, dan juga pajak restoran,” ungkap Ahdiansyah, Sekretaris Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Balikpapan.

“PBB akan dibebankan kepada pemilik bangunan, sedangkan pajak reklame akan dibebankan kepada pengusaha ritel,” jelas Ahdiansyah.

EDITOR: Harun S

loading...

18 KOMENTAR

  1. Miris rasanya di beberapa iklan facebook banyak perabotan resto & cafe terjual, banyaknya yang berkeinginan membuka usaha kuliner, tapi tidak ada yang membeli. Karena bahan pokok sekarang sudah melonjak terlalu tinggi, di pasar ibu ibu berbondong bondong menjual perhiasan karena kesulitan biaya apalagi dekat dengan ramadhan juga kenaikan kelas anak sekolah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tenaga kerja asing

Imigrasi Ungkap Gaji TKA Ilegal Yang Fantastis di Nabire

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, Papua menyebut puluhan pekerja asing atau TKA ilegal yang bekerja di tambang emas rakyat di...
Sudrajat-Syaikhu

101 Purnawirawan Jenderal Turun Gunung Menangkan Pasangan Asyik

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan sebanyak 101 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Barat untuk memperjuangkan kemenangan Pasangan Calon...

Aparat Siap Amankan 332 TPS di Kota Banjar

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Banjar, menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Banjar serta pemilihan...

Nelayan Dilibatkan Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID  - Basarnas melibatkan nelayan tradisional yang selama ini beroperasi di Danau Toba untuk mencari penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam sejak 18...
Pesawat N219

Baku Tembak dengan Separatis Masih Berlangsung, Evakuasi Sulit Dilakukan

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID -  Maskapai penerbangan Trigana Air kesulitan mengevakuasi kru dan pesawat yang ditembak Kelompok Separatis Papua di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Senin...