Kota Balikpapan Bangkrut

BALIKPAPAN – Salah satu kota metropolis dikawasan Indonesia bagian timur, Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kebangkrutan. Statemen mengejutkan tersebut diutarakan langsung oleh Walikota Balikpanan, Rizal Effendi, didepan para peserta  Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Walikota Balikpapan, pada hari Rabu (22/3).

“Kondisi kita saat ini bangkrut, perangkat daerah tidak karuan, utang kita pada penyedia makanan cukup besar. Bisa jadi, tahun ini satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak ada kegiatan,” ungkap Rizal.

“Bagaimana tidak bangkrut, uang Pemkot hanya Rp 260 milyar, tapi usulan Musrenbang sebesar Rp 6 triliun. Apa tidak kacau?” Lanjutnya.

Kedepan, untuk jangka pendek, Walikota memastikan Pemkot tidak akan menyediakan konsumsi saat ada acara atau kegiatan. Pihaknya akan mengajak para pengusaha berkenan memberikan bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility).

“Kalau kita jujur, utang Pemkot di perusahaan Catering (Penyedia makanan) itu cukup besar. Makanya saya minta agar SKPD yang akan mengadakan kegiatan tidak menyediakan makanan. Jadi harus sama-sama merasakan lapar bersama”, ungkap Rizal.

Semenatar itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan tahun ini ditargetkan mencapai Rp 613 milyar. Adapun rincianya, pajak daerah Rp 419 milyar, sedangkan hasil dari retribusi daerah Rp 68 milyar, selanjutnya hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan Rp 26,4 milyar, dan dari sektor potensi yang lain Rp 99,9 milyar.

Pemerintah kota Balikpapan berencana meningkatkan PAD melalui sektor ritel, menyusul menjamurnya minimarket di kota Balikpapan.

“Minimarket waralaba itu bisa dipungut banyak kategori pajak, seperti PBB (Pajak bumi bangunan), pajak reklame, pajak penerangan jalan non PLN, dan juga pajak restoran,” ungkap Ahdiansyah, Sekretaris Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Balikpapan.

“PBB akan dibebankan kepada pemilik bangunan, sedangkan pajak reklame akan dibebankan kepada pengusaha ritel,” jelas Ahdiansyah.

EDITOR: Harun S

18 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER