Konsumsi Elpiji Bersubsidi di Sulteng Naik Selama Ramadhan

PALU, SERUJI.CO.ID – PT Pertamina Persero memprediksi konsumsi elpiji bersubsidi tabung tiga kilogram selama bulan suci Ramadhan di Sulawesi Tengah akan naik sebesar 11 persen dari hari-hari biasa.

“Konsumsi harian pada bulan ramadhan mencapai 155 metrikton/hari atau naik 11 persen dibandingkan konsumsi harian 140 metrikton/hari,” kata Unit Manager Communication and CSR MOR VII Wilayah Sulawesi Roby Hervindo, Kamis (17/4).

Ditanya mengenai kesiapan Pertamina memenuhi kebutuhan masyarakat yang melonjak itu, Roby menjelaskan bahwa prediksi lonjakan itu telah diantisipasi dimana seluruh daerah di wilayah Sulawesi mendapat ketambahan pasokan sehingga Pertamina menjamin ketersediaan stok.

Untuk seluruh wilayah Sulawesi, paparnya, total konsumsi elpiji bersubsidi bagi masyarakat prasejahtera ini diprediksi naik 9 persen atau sebesar 38.505 metrikton dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 35.474 Metrik ton.

Sementara, konsumsi elpiji non subsidi juga diprediksi naik sebesar 5 persen atau 2.767 metrikton dibanding total konsumsi normal bulanan hanya sebesar 2.636 metrikton.

Kenaikan penggunaan elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram maupun tabung 5,5 kilogram itu karena kedua produk ini semakin diminati konsumen.

Khusus konsumsi elpiji non-subsidi di Sulawesi Tengah, diperkirakan naik 18 persen atau 17 metrikton/hari dan konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+3 pasca Idul fitri yaitu naik 59 persen dibandingkan konsumsi harian normal hanya 15 Metrikton/hari.

Sales Eksekutif V Pertamina wilayah Sulawesi Tengah Bastian Wibowo mengatakan penggunaan elpiji bersubsidi, kini pertamina dan Pemerintah Daerah Tolitoli telah bersinergi mengajak para Aparatur Sipil Negara di Kabupaten tersebut menggunakan elpiji ukuran 5,5 kilogram.

Pemkab setempat telah mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan elpiji bright gas 5,5 Kilogram oleh ASN di lingkup pemerintahan tersebut.

Bastian menjelaskan, sebagai dukungan bagi para ASN menggunakan tabung 5,5 kilogram , Pertamina menyediakan fasilitas berupa penukaran tabung gas beserta isinya dari tabung 3 kilogram ke 5,5 kilogram.

“Pertamina turut menyosialisasikan penggunaan bright gas 5,5 kilogram beserta keunggulannya termasuk langkah penggunaan elpiji yang aman,” katanya.

Menurut Bastian, jika masyarakat menengah ke atas baik dari sektor rumah tangga maupun usaha beralih dari elpiji 3 kilogram ke produk bright gas 5,5 kilogram maka distribusi elpiji akan semakin tepat sasaran, terutama elpiji 3kg. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER