Konsumsi Avtur di Palu Meningkat Selama Ramadhan

PALU, SERUJI.CO.ID – PT Pertamina (Persero) memastikan konsumsi avtur untuk bahan bakar pesawat udara di Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, meningkat 3,1 persen atau sekitar 52 kiloliter setiap hari selama Ramadhan.

“Konsumsi tertinggi bahan bakar pesawat ini berlangsung pada H-7 Idul Fitri 1439 Hijriah dan arus balik pascalebaran,” kata Unit Manager Communication and CSR MOR VII Wilayah Sulawesi M Roby Hervindo saat dihubungi dari Palu, Jumat (18/5).

Ia menjelaskan meningkatnya konsumsi avtur ini karena tingginya jumlah penumpang tiba dan berangkat dari bandara terbesar di Sulteng tersebut.

Pada hari-hari normal, paparnya, rata-rata konsumsi bahan bakar alat transportasi udara itu hanya sekitar 50 kiloliter/hari. Namun meskipun naik menjadi 52 kiloliter perhari, Pertamina siap mensuplai sesuai kebutuhan pesawat udara.

Hal yang sama juga terjadi di Bbandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai, yang penggunaan bahan bakar pesawat di bandara tersebut diprediksi meningkat 56,5 persen atau 12 kiloliter/hari mulai H-7 Idul Fitri.

“Meski begitu konsumsi ini masih masuk dalam kategori normal,” ujarnya.

Roby juga menyebutkan bahwa penggunaan bahan bakar pesawat di seluruh bandara se-Sulawesi diperkirakan melonjak sebesar 1.382 kiloliter/hari atau naik sekitar 7 persen dari hari-hari biasa 1.292 kl/hari dan Pertamina sudah mengantisipasinya.

Roby mencontohkan Bandara Jalaludin Gorontalo, konsumsi avtur selama Ramadhan khususnya pada H-7 lebaran meningkat sebesar 26 kl/hari atau naik 10,6 persen dari hari-hari biasanya 23 kl/hari.

Melonjaknya pemakaian bahan bakar bukan hanya terjadi pada pesawat udara, tetapi juga untuk alat transportasi darat seperti pertalite, pertamax, premium dan solar.

“Lonjakan konsumsi bahan bakar ini sudah diprediksi dan diantisipasi sejak jauh hari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan,” ujarnya. (Ant/SU02)

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER