Komnas HAM Menilai Kelompok Saparatis Jadikan Warga Papua Tameng Hidup

0
108
Satgas pengamanan KKB
Kapolda Papua, Irjen pol Boy Rafli Amar sedang meninjau pasukan gabungan dari TNI yang bertugas di Timika. (Foto: Istimewa)

TIMIKA, SERUJI.CO.ID –┬áKomisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai masyarakat sipil di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua sengaja dijadikan tameng hidup oleh kelompok saparatis dari Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang oleh aparat keamanan disebut dengan istilah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey yang dihubungi dari Timika, Jumat (17/11), mengatakan kelompok saparatis yang kini menguasai kampung-kampung di sekitar Tembagapura harus segera membuka akses agar suplai bahan makanan maupun bantuan kesehatan segera masuk ke wilayah itu.

“Kita minta kelompok sipil bersenjata untuk tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng. Mereka harus buka akses untuk pelayanan dan misi kemanusiaan,” kata Frits.

Ia mengatakan saat ini aparat keamanan (Polri dan TNI) serta Pemkab Mimika telah mengirim bahan makanan ke wilayah Tembagapura, tepatnya di sekitar Kantor Polsek Tembagapura.

Hanya saja masyarakat sekitar itu tidak berani mengambil bahan makanan tersebut lantaran takut keselamatan diri mereka terancam sebab diteror oleh kelompok saparatis yang tidak segan-segan membunuh karena memiliki senjata api.

“Bahan makanan dan lainnya itu sekarang tertahan di Tembagapura karena tidak ada akses untuk droping ke kampung-kampung itu. Sekali lagi atas nama kepentingan kemanusiaan, ini harus dibuka,” tutur Frits.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU