Khataman Al-Qur’an Pontianak Siap Pecahkan Rekor MURI

0
82
Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Masjid Raya Mujahidin Pontianak. (Foto: Pontianak)

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Khataman Al-Qur’an dan pembuatan pokok telok siap pecahkan atau mencatat rekor MURI, kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

“Ada sebanyak 27.649 peserta khataman Al-Qur’an massal, dan sebanyak 2.500 pokok telok yang akan pecahkan rekor MURI, Sabtu (14/10) besok di Masjid Raya Mujahidin Pontianak,” kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat (13/10).

Ia menjelaskan, jumlah rekor khataman massal yang akan dipecahkan Kota Pontianak ini lebih banyak dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya yang dipecahkan oleh Kabupaten Musirawas tahun 2015 sebanyak 12.500 peserta.

“Tidak hanya mencatatkan rekor peserta terbanyak khataman Al-Qur’an, Pontianak juga akan mencatat sejarah sebagai pemecah rekor pokok telok terbanyak yakni 2.500 pokok telok atau mengalahkan rekor yang pernah dicatat Kabupaten Wonogiri sebanyak 2.025 pokok telok tahun 2015 lalu,” ungkapnya.

Sutarmidji menambahkan, kegiatan itu merupakan implementasi dari program Pemkot Pontianak, di mana setiap siswa beragama Islam yang lulus SMP harus sudah khatam Al-Qur’an. Bagi mereka yang belum khatam dan belum mengantongi sertifikat khatam Al-Qur’an ketika mendaftarkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang setingkat SMA, maka siswa bersangkutan akan diberikan pendidikan tambahan baca Al-Qur’an hingga khatam.

“Selama masa pendidikannya di SMA, dia harus khatam Al-Qur’an sehingga ketika mereka menyelesaikan pendidikan SMA, siswa-siswa itu sudah khatam Al-Qur’an bagi yang beragama Islam,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi menyatakan jumlah peserta yang sudah terdata untuk ambil bagian dalam Khataman Al-Qur’an massal ini adalah 27.649 yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA/sederajat se-Kota Pontianak, yang di mulai pukul 07.00 WIB di Masjid Raya Mujahidin.

Koordinator Acara dan Publikasi, Suhra Wardi menambahkan, untuk peserta disediakan tempat di ruang utama Masjid Raya Mujahidin lantai dua, ruang aula dan teras serta plaza yang dilengkapi tenda. Peserta nantinya duduk sesuai dengan kecamatan domisilinya yang sudah ditentukan panitia, dan peserta pria dan wanita duduknya terpisah.

Sedangkan peserta yang hadir lebih dulu dipersilakan memasuki ruang utama dan seterusnya. Sementara para orang tua peserta khataman, berada di luar tempat duduk peserta, sehingga peserta hanya didampingi guru pendamping dan panitia.

Selain itu, lanjutnya lagi, sekolah-sekolah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membawa pokok telok, telah disiapkan tenda khusus yang berlokasi di halaman Masjid Raya Mujahidin.

Suhra menambahkan, tidak seluruh pokok telok yang dibawa nantinya diikutsertakan. Oleh karena itu, ia meminta sekolah-sekolah dan OPD memberitahukan mana pokok telok yang akan diikutsertakan dalam lomba sehingga bisa diserahkan untuk didata pihak panitia. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...