Kekerasan Anak di Sulbar Capai 445 Kasus

0
37
Kekerasan anak
Ilustrasi kekerasan anak

MAMUJU, SERUJI.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat melansir, kekerasan anak yang terjadi di daerah itu pada periode 2014-2017 mencapai 445 kasus.

“Selain itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2016 disebutkan bahwa Provinsi Sulawesi Barat merupakan penyumbang angka pernikahan terhadap anak tertinggi di Indonesia dengan rata-rata 37 persen,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (P3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat Darmawanti Ansar, di Mamuju, Senin (16/4).

Sebagai upaya menanggulangi dan merespon cepat masalah sosial anak dengan melibatkan masyarakat dalam melindungi anak dari kekerasan dan eksploitasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) melalui Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari kekerasan dan Eksploitasi menyelenggarakan pelatihan TOT bagi fasilitator daerah Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Kegiatan yang diselenggaran atas kerja sama Dinas P3AP2KB Provinsi Sulawesi Barat dengan Kementerian PP_PA melalui Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari kekerasan dan Eksploitasi itu lanjutnya, berlangsung di Hotel MCity Kabupaten Mamuju pada 10-12 April 2018.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut kata Darmawanti Ansar sebanyak 24 calon fasilitator daerah yang berasal dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat yang terdiri dari enam kabupaten yaitu Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu dan Kabupaten Polewali Mandar.

“Peserta terdiri dari unsur pemerintah yaitu Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak di masing-masing kabupaten dan unsur masyarakat, yakni lembaga pemerhati anak/pekerja sosial dan pendamping dana desa,” ucapnya.

“Peserta pelatihan ini merupakan calon fasilitator daerah yang dipilih berdasarkan kapasitas dan memiliki kemampuan dalam memfasilitasi dan mendampingi masyarakat dalam upaya perlindungan anak,” ujar Darmawanti Ansar.

Ia menyatakan, kegiatan itu ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut dari seluruh fasilitator daerah di masing-masing kabupaten/kota untuk memperjelas tujuan dan mempermudah dalam evaluasi dalam ranah perlindungan anak.

“Saya berharap dengan dilatihnya fasilitator PATBM ini, dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial anak khususnya dalam perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi. Dan berharap fasilitator daerah di masing-masing kabupaten ini mampu mengadvokasi kepala desa/lurah dan mengajak perwakilan kelompok masyarakat di tingkat desa/kelurahan (aktivis PATBM) untuk bersama melakukan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat,” jelas Darmawanti Ansar.

Sementara itu, Kepala Bidang Anak Korban Eksploitasi Kementerian PP-PA saat pelatihan itu mengatakan, PATBM merupakan sebuah jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat desa/kelurahan yang bekerja secara terpadu untuk mencapai tujuan perlindungan anak dari kekerasan yang berperan dalam pencegahan dan respon cepat terjadinya kekerasan terhadap anak di wilayahnya.

“Model PATBM sudah dilakukan di 136 desa/kelurahan di 68 kabupaten/kota dan 34 provinsi sejak tahun 2016 dan kemudian di replikasi oleh daerah dengan sumber daya daerah mulai tahun 2017 di 116 desa/kelurahan, 39 kabupaten/kota pada 18 Provinsi,” tuturnya.

“Kami berharap setelah dilatihnya fasilitator daerah PATBM di dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Barat, semakin masif gerakan PATBM dilakukan di semua desa/kelurahan yang ada di enam kabupaten/kota di daerah ini. Hal ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk melindungi anak-anak dari kekerasan yang sudah diamanahkan di Pasal 72 Undang-undang Nomor35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” jelas Anisah. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...