Kekerasan Anak di Gorontalo Tinggi


GORONTALO, SERUJI.CO.ID  – Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Pemerintah Kota Gorontalo Nining Djafar, Kamis (2/2), menjelaskan masih terdapat korban kekerasan terhadap anak di di daerah itu tahun 2017.

Sebanyak 47 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kota Gorontalo, dengan jumlah kekerasan yang paling banyak terjadi yaitu pada kasus kekerasan fisik dan paling rendah yaitu pada jumlah kasus kekerasan seksual.

“Jumlah kasus kekerasan fisik merupakan kekerasan yang paling banyak terjadi di tahun ini, yaitu sebanyak 59,57 persen atau sebanyak 28 kasus,” jelasnya.

Angka kekerasan fisik di tahun 2017 tersebut mengalami kenaikan dibanding dengan tahun sebelumnya, yaitu naik dari 44,68 persen atau sebanyak 21 kasus kekerasan fisik.

“Sedangkan untuk kasus kekerasan seksual terhadap anak pada tahun 2017 yaitu sebesar 40,43 kasus atau sebanyak 19 kasus kekerasan,” ujarnya.

Jumlah angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2016 yaitu sebesar 55,32 persen atau sebanyak 26 kasus kekerasan seksual.

Nining menegaskan setiap kasus pelecahan atau kekerasan seksual, pelakunya langsung segera diserahkan ke pihak Kepolisian serta Kejaksaan dan Pengadilan untuk ditindak lanjuti perkaranya.

“Masalah tersebut harus ditangani secara tegas, karena hal ini berbicara tentang masa depan para anak yang telah rusak, dan tentu pelakunya harus mendapatkan perlakuan yang setimpal atas apa yang dilakukannya,” tegasnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close