Kebakaran Ruko di Pontianak, Satu Tewas

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Satu orang tewas akibat kebakaran yang melanda tiga rumah toko (ruko) di Jalan 28 Oktober, Komplek Siantan Permai, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (12/4).

Korban bernama Ateq (38) adalah salah satu pemilik rumah toko yang terbakar.

“Kebakaran tiga unit rumah toko tersebut menyebabkan ateg tewas dan kini dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Pontianak untuk dilakukan visum,” kata Kapolsek Pontianak Utara Kompol Ridho Hidayat di Pontianak.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, dan menghanguskan tiga ruko dua lantai.

“Hingga saat ini penyebab dari kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti,” ungkapnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan salah seorang saksi atan nama Djotoni selaku pemilik rumah ruko No. B1, kebakaran tersebut terjadi saat dia membawa barang-barang di luar, lalu tiba-tiba asap mengepul di dalam tempat tinggalnya.

Kemudian, dia berlari keluar untuk memastikan apa yang terjadi, setelah itu dia melihat api sudah menyala di bagian belakang dan membakar lantai dasar rumah ruko No. B2.

Melihat kejadian tersebut, saksi berteriak kebakaran dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar, kata Kapolsek Pontianak Utara.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 10.50 WIB setelah belasan unit mobil pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran BPAS Siantan, Panca Bhakti, Budi Pekerti, Merdeka, Bintang Timur, dan Pemadam Kebakaran Gotong Royong membantu memadamkan kobaran api tersebut.

“Saat ini, kami sudah memasang garis polisi di lokasi kebakaran yang menewaskan satu warga tersebut,” kata Ridho. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER