Kebakaran di Kota Palu Turun Drastis

0
12
Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran beraksi (ilustrasi)

PALU, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, berhasil menekan secara signifikan angka musibah kebakaran selama 2017 berkat dukungan masyarakat.

“Musibah kebakaran pada 2017 tercatat 103 kasus, menurun drastis dibanding 2018 yang mencapai 192 kasus,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu Sudaryano R Lamangkona di Palu, Senin (16/4).

Sudaryano memaparkan peristiwa kebakaran itu tidak dapat diprediksi karena itu perlu sekali langkah-langkah antisipasi dilakukan oleh masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing, gedung bangunan, maupun perkantoran, karena pemicu terjadinya kebabaran pada umumnya adalah hubungan pendek arus listrik karena kondisi instalasi yang buruk.

“Tidak sedikit juga kejadian kebakaran akibat kelalaian pemilik bangunan, olehnya hal ini perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga situasi kondusif,” kata Ano, sapaan akrabnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Palu terus melakukan upaya pencegahan kebakaran melalui sosialisasi baik di sekolah-sekolah, masyarakat maupun media sosial, guna mengurangi resiko kebakaran yang mengancam keselamatan jiwa dan barang-barang berharga lainnya.

“Selain orang dewasa, kami juga memberikan edukasi kepada siswa/siswi di taman kanak-kanak, anak usia dini perlu diberikan pemahaman akan bahaya kebakaran karena pada usia seperti ini, rentan melakukan hal-hal yang membuat mereka penasaran,” ujar mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu ini.

Selain itu, kata Ano, pencegahan lainnya seyogyanya dalam satu bangunan perlu diletakan minimal satu alat pemadam api ringan (Apar), sehingga bila terjadi kebakaran alat itu bisa langsung difungsikan memadamkan api.

Sementara untuk bangunan berukuran besar seperti pusat perbelanjaan, mall, rumah sakit, maupun instasi perkantoran, harus didukung dengan alat pemadam api yang memadai seperti splinker maupun hidran.

“Alat ini sangat membantu bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, tetapi belum semua bangunan yang menyediakan alat itu termasuk rumah-rumah masyarakat. Apalagi bangunan besar, wajib memiliki splinker maupun hidran karena itu merupakan standar pencegahan kebakaran,” tutur Sudaryano. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Tim Pemantau Medsos

Soekarwo Ajak Forkopimda Berantas Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memberantas penyakit sosial di tengah masyarakat yang semakin meresahkan, salah...
mahkamah konstitusi

Mahkamah Konstitusi Kabulkan Sebagian Uji UU KUP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan pengujian aturan kuasa hukum wajib pajak yang tercantum dalam UU ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan...
yasonna laoly, menkumham

Menkumham Resmikan Pemberian Remisi Sistem Online

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meresmikan pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan asimilasi kepada narapidana melalui sistem online. "Hari ini,...

Angka Perceraian di Batam Meningkat

BATAM, SERUJI.CO.ID - Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama...

BI Ingatkan Pemprov Antisipasi Kenaikan Inflasi Jelang Ramadhan

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Bambang Kusmiarso mengingatkan pemerintah provinsi (Pemprov) itu untuk mengantisipasi kenaikan inflasi yang...