Kasus Keracunan Massal, Sekolah Janji Tanggung Biaya Pengobatan

0
43
Ilustrasi keracunan makanan
Ilustrasi anak keracunan makanan.

PALU, SERUJI.CO.ID – Manajemen Sekolah Dasar IT Al Fahmi Kota Palu, Sulawesi Tengah yang siswanya mengalami keracunan makanan akan menanggulangi biaya pengobatan para siswa di sejumlah rumah sakit di kota itu.

Kepala Sekolah SD IT Al Fahmi, Rahmawati Otoluwa dalam keterangan persnya bersama Dinas Kesehatan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan di kantor Dinas Kesehatan Kota Palu, Selasa (5/12) mengatakan, pihaknya siap mengganti biaya pengobatan para siswa.

“Karena kejadian ini terjadi di sekolah, maka kami sebagai pihak sekolah bertanggungjawab atas kasus itu,” kata Rahmawati.

Meskipun sebagian orang tua siswa memiliki kartu BPJS kesehatan, namun ia mengaku pihaknya siap membayar biaya rumah sakit, dengan memperlihatkan tanda bukti pembayaran dari rumah sakit dimana siswa dirawat, termasuk siswa yang tidak memiliki BPJS.

Rahmawati tidak menjelaskan secara rinci berapa dana yang harus dikeluarkan pihak sekolah untuk membiayai para siswa tersebut.

“Terus terang kami tidak punya dana khusus untuk itu, tetapi selaku pihak sekolah kami bertanggungjawab. Jadi pihak yayasan akan berupaya bagaimana caranya agar bisa mendapat dana untuk membiayai pengobatan di rumah sakit,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini dirinya belum bisa memberikan keterangan pasti terkait jumlah siswa yang masih dirawat di rumah sakit, sebab pihak rumah sakit belum memberikan data resmi tekait jumlah kepulangan pasien khususnya siswa yang menjadi korban kasus keracunan makanan.

Sejak awal berdirinya sekolah itu tahun 2015, katanya, kasus keracunan makanan baru kali pertama terjadi di sekolah yang dipimpinnya itu.

Hingga saat ini Dinas Kesehatan dan BPOM Palu terus berkoordinasi mengenai kasus tersebut.

“Tim investigasi sudah turun ke lapangan mengumpulkan informasi dan BPOM juga sudah menerima sampel makanan dan saat ini masih dalam tahap uji laboratorium dan diperkirakan uji laboratorium itu dilakukan selama empat belas hari, kami masih menunggu perkembangan selanjutntya,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Palu Ilham.

Sementara itu, Kepala BPOM Palu, Syafriansyah membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan uji laboratorium makanan yang diduga menyebabkan para siswa keracunan.

Dugaan keracunan akibat makanan, biasanya disebabkan mikroba jenis Staphyllococus aureus.

Kasus keracunan makanan yang menimpa siswa SD IT Al Fahmi itu terjadi pada Senin (4/12). Sebanyak 174 siswa terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

PKPU Human Initiative Respon Gempa Banjarnegara

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan hampir mencapai 4,4 SR yang mengguncang wilayah Pekalongan dan Banjarnegara pada Rabu (18/4) lalu, telah berdampak cukup serius terhadap warga...

Vonis 15 Tahun Penjara Setnov, Ini Tanggapak JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi vonis terhadap mantan ketua DPR yang juga politikus Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...
Jembatan Ujung Galuh

Sebelum Diserahkan ke Pemkot Surabaya, Jembatan Ujung Galuh Diuji Kekuatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Jembatan Ujung Galuh, yang menghubugkan Jalan Ngangel dengan Jalan Darmokali, Surabaya menjalani uji coba kelayakan kekuatan beban dengan menggunakan sejumlah truk...

Terkait Pilpres 2019, Ini Keputusan JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya ingin istirahat dari pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2019. "Seperti yang sering saya katakan,...

Satgas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Satuan Tugas Yonif 121/Macan Kumbang menemukan ladang ganja seluas setengah hektare di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-Papua Nugini. "Penemuan...