Jelang Lebaran, Penjual Ketupat Panen Rejeki

AMBON, SERUJI.CO.ID – Penjual anyaman ketupat musiman di lokasi pasar Mardika dan Batu merah hari ini panen rejeki karena sebagian besar warga yang datang berbelanja membeli barang khas Idul Fitri tersebut.

“Saya bukan pengrajin anyaman ketupat musiman, tetapi penjual yang mengambil dari perajin untuk dijual di pasar,” kata Rosmina yang ditemui di lokasi jualan ketupat di pintu masuk pasar Mardika, Kamis (14/6).

Sangat menguntungkan, lanjutnya, sebab ketupat yang diambil dari perajin dengan harga Rp7.000/ikat (10 buah) dijual dengan harga Rp10.000/ikat, jadi dirinya meraup keuntungan Rp3.000/ikat.

Dia mengatakan, sejak pagi hari ketupat yang sudah terjual sebanyak 30 ikat, lumayan, sebab bukan saya sendiri yang menjual tetapi banyak juga pedagang yang menjual sebab mereka melihat ini kesempatan untuk mendapatkan uang, karena setiap ibu-ibu yang berbelanja tetap saja harus membeli ketupat.


Rugaya, warga jalan Sedap malam, Pusat Kota Ambon yang ditemui seusai membeli tiga ikat ketupat atau sebanyak 30 buah mengatakan, sangat menguntungkan kalau di rumah masak ketupat saja.

“Kalau ketupat sudah ada mau masak lauk apa saja terserah, tinggal makan dengan ketupat, kalau mau pergi ke lokasi ojek wisata sambil membawa bekal sudah pasti ada ketupat pengganti nasi,” ujarnya.

Jadi yang saya beli ini untuk sebentar dijadikan hidangan untuk makan bersama setelah sembayam sukur karena sudah selesai melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan dengan baik dan tidak kekurangan apa-apa.

Amina, warga Waihaong yang ditemui membeli 20 buah ketupat mengatakan, sangat senang sebab ada saja perajin yang mau menganyam ketupat.

“Cukup 20 buah saja untuk besok anak-anak setelah solat id mau pergi ke Natsepa untuk bersenang-senang disana sambil makan bersama,” ujarnya.

Kegiatan berlibur di pantai setiap perayaan hari raya lebaran hampir setiap tahun dilaksanakan baik di Natsepa, Namalatu maupun di Santai Beach.

Abu perajin yang selama ini bermukim di kawasan Waringing Cap, Desa Waiyame, Kecamatan Teluk Ambon, ketika di konfirmasi mengakui kalau harga ketupat sedikit bergerak naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000/ikat (10 buah).

“Jadi kalau pedagang yang datang untuk menawarkan untuk menjual maka dikasih dengan harga Rp7.000/ikat, setelah itu mereka ini berjualan lagi kepada para pembeli dengan harga Rp10.000/ikat, mereka meraup keuntungan Rp3.000,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam seharian bisa mengayam ketupat 150 hingga 200 buah, hasil anyaman itu dijual sendiri dan ada juga dibagikan lagi kepada pelanggan. (Ant/Su02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Bantah Ada Persekusi Jurnalis di Munajat 212, Panitia: Ada Upaya Framing Negatif

Panitia Munajat 212 menduga ada upaya pengalihan isu dan framing negatif terhadap acara 'Munajat 212'.

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

AJI Kecam Oknum Beratribut Ormas Lakukan Kekerasan Pada Jurnalis Saat Munajat 212

Sejumlah jurnalis mengalami persekusi yang diduga dilakukan oknum dengan atribut sebuah ormas saat acara Malam Munajat 212.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

TERPOPULER

Usai Rilis Hasil Pengecekan Klaim Dalam Debat Capres, Situs Cekfakta.com Diretas

Sebuah situs pengecekan fakta atas berbagai peristiwa, cekfakta.com telah diretas pada Selasa (19/2) malam pascadebat kedua Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.
video

Viral: Video Bupati Kuningan Sebut “Laknat” Jika Kepala Desa Tidak Dukung Jokowi

Ohhhh, Bupati Kuningan melaknat para kepala desa jika tidak mendukung Jokowi. Koq bisa?

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Minta Hentikan #UninstallBukalapak, Jokowi Tak Tersinggung Cuitan CEO Bukalapak

Sementara itu terkait cuitan Zaky di twitter yang menyebut soal 'Presiden baru', Jokowi dengan tegas menyatakan tidak tersinggung dan marah atas hal itu.