Jam Kerja Pegawai di Penajam Dikurangi Selama Ramadhan

PENAJAM, SERUJI.CO.ID – Jam kerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dikurangi satu jam per hari selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah.

Asisten III Bidang Admnistrasi dan Keuangan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Alimuddin, di Penajam, Selasa (15/5), mengatakan, waktu kerja pegawai selama bulan puasa dipangkas satu jam dari biasanya.

Pengurangan jam kerja pegawai selama Ramadhan tersebut berdasarkan surat edaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara nomor 003/TU-Pimp/Ortal tertanggal 11 Mei 2018.

“Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah puasa umat muslim khususnya pegawai, maka jam kerja pegawai mengalami perubahan sementara selama bulan puasa,” kata Alimuddin.

Pengurangan jam kerja itu juga untuk meringankan kerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara selama Ramadhan.

Biasanya aktivitas masuk kantor pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dari Senin sampai Kamis mulai pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00 Wita, dan Jumat 07.30 sampai 12.00 Wita.

Sedangkan selama bulan suci Ramadhan aktivitas kantor atau pelayanan pada Senin sampai Kamis mulai pukul 08.00 sampai 15.30 Wita, kemudian Jumat 08.00 sampai 11.30 Wita.

“Jam kerja itu berlaku efektif sejak awal hingga akhir bulan puasa, sehingga dapat memberikan kesempatan mempersiapkan diri menjelang buka puasa,” jelas Alimuddin.

Perubahan jam kerja tersebut menurut dia, juga berlaku bagi pegawai yang bertugas di SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang bersentuhan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengharapkan seluruh pegawai harus tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama Ramadhan, kendati ada kebijakan pengurangan jam kerja.

Namun Alimuddin menegaskan, pengurangan jam kerja pegawai tersebut tidak mempengaruhi pemberian insentif atau tunjangan perbaikan penghasilan PNS (pegawai negeri sipil) yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran atau absensi masing-masing PNS. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER