Jalur Trans Sulawesi Menuju Morowali Utara Diterjang banjir

MOROWALI UTARA, SERUJI.CO.ID – Jalur Trans Sulawesi menuju dua Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Morowali Utara dan Morowali dilaporkan putus akibat banjir yang terjadi pada Kamis (20/6).

Seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (21/6), ada beberapa titik jalan di Kabupaten Morowali Utara yang putus akibat banjir.

Titik banjir pertama terjadi di antara Desa Kolaka dan Desa Wawopada. Bahkan salah satu jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut, tinggi air sungai melebihi jembatan.

Malines, seorang warga asal Kabupaten Morowali Utara yang berdomisili di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, mengatakan, sejak kemarin Jalur Trans Sulawesi itu tidak bisa dilewati kendaraan.

Kendaraan dari arah Morowali dan Morowali Utara yang akan menuju Palu dan sebaliknya harus rela bermalam menunggu sampai airnya surut dan bisa dilewati, namun sampai pagi ini, kendaraan belum bisa lewat, karena masih banjir.

“Adik saya yang akan datang menghadiri pesta di Palu kemungkinan besar tidak bisa datang karena jalan masih putus,” ujarnya.

Titik banjir lainnya juga terjadi pada jalur darat menuju Kolonodale. Jalan itu juga pada hari Kamis (20/6) tidak bisa dilewati.

Sulteng dalam beberapa hari terakhir ini dilanda beberapa kali banjir, terakhir banjir bandang terbesar di Kabupaten Morowali yang mengakibatkan jalur Trans Sulawesi Morowali-Kendari putus total selama beberapa hari akibat bencana alam tersebut.

Bahkan ada empat jembatan yang rusak diterjang banjir bandang akibat curah hujan yang cukup tinggi selama dua pekan terakhir ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala, mengatakan, hampir semua wilayah Sulteng dilanda cuaca ekstrem.

Daerah-daerah rawan bencana alam banjir dan longsor seperti Sigi, Palu, Donggala, Tolitoli, Buol, Banggai, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara dan Kabupaten Parigi Muotong.

Di daerah-daerah tersebut banyak sungai besar dan selama ini memang rawan banjir saat terjadi hujan deras di hulu sungai sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng yang permukiman warga berada di dekat sungai.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close