Jalan Palu-Kulawi Kembali Normal Setelah Diterjang Banjir


PALU, SERUJI.CO.ID –┬áJalan Palu-Kulawi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah kembali normal setelah sebelumnya putus total akibat badan jalan di Desa Omu, Kabupaten Sigi diterjang banjir.

Syahril, seorang warga Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Sigi, Selasa (5/6), membenarkan jalur itu sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

Poros jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Sigi yaitu Lindu,Pipikoro, Kulawi Selatan dan Kulawi tersebut putus diterjang banjir pada Jumat (1/6).

Badan jalan sekitar 10 meter tepatnya di Desa Omu longsor dibawa arus sungai menyusul hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Sigi.

Juga terdapat beberapa titik longsor pada jalur antara Desa Saluwa dengan Desa Sadaunta, Kecamatan Kulawi sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.

Poros jalan Palu-Kulawi merupakan media perhubungan darat paling vital karena tidak ada jalan alternatif.

Karena itu, sangat diperlukan perhatian dari pemerintah, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri aktivitas masyarakat meningkat.

Termasuk distribusi dan pasokan berbagai kebutuhan masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Sigi itu selama ini harus didatangkan dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Sementara Kepala Bidang Darat, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng, Sumarno mengatakan poros jalan Palu-Kulawi termasuk salah satu jalur rawan banjir dan longsor yang mendapatkan perhatian pemerintah.

Jalur tersebut, tambah dia termasuk salah satu dari beberapa jalur yang akan dilewati arus kendaraan mudik lebaran.

Poros jalan lainnya yang rawan dan mendapat pengawasan pemerintah yakni jalan nasional Taweli-Toboli atau lebih dikenal jalur “Kebun Kopi”.

Lainnya adalah poros Tambu-Kasimbar, Kabupaten Donggala dan Tentena-Taripa di Kabupaten Poso. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Negeri Bohong

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Mengapa Islamophobia?

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close