Imunisasi Difteri di Pontianak Capai 80 Persen

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Capaian imunisasi difteri di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, hingga saat ini sudah sebanyak 80 persen, kata Kadis Kesehatan Kota setempat, Sidig Handanu.

“Dari target sebanyak 190 ribu yang akan dilakukan imunisasi difteri, sekitar 80 persen di antaranya sudah dilakukan imunisasi massal,” kata Sidig Handanu di Pontianak, Jumat (13/4).

Ia menjelaskan, sasaran dari imunisasi difteri secara massal, adalah anak-anak atau mereka yang berusia di bawah 19 tahun.

“Tercatat di tahun 2018, ditemukan sebanyak 17 kasus suspek difteri, namun yang positif hanya dua orang saja, itu pun sudah sembuh,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya akan terus melanjutkan imunisasi massal terhadap anak-anak di bawah usia 19 tahun.

“Jadi anak-anak dengan gejala itu, tetap kita catat, serta awasi terus,” katanya.

Sidig menambahkan, dalam melakukan imunisasi massal tersebut, vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat, selain itu petugas kesehatan juga mendatangi sekolah-sekolah, pemukiman masyarakat, dan masyarakat yang mendatangi pos pelayanan yang telah disediakan.

Tercatat, tahun 2017, Indonesia mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di 20 provinsi, dan hingga November 2017, terdapat 593 kasus dan 32 kematian yang dilaporkan.

Sehingga, menempatkan Indonesia di posisi nomor dua dengan kasus difteri terbanyak di dunia setelah India. Kementerian Kesehatan pun sudah memberikan surat yang menyatakan bahwa Kota Pontianak merupakan salah satu kabupaten/kota di Indonesia yang harus melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) yang dilakukan bulan Juli-Agustus 2018 dan Februari 2019, katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER