Imigrasi Palu Deportasi Warga Malaysia

0
12
deportasi
Ilustrasi deportasi

PALU, SERUJI.CO.ID – Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah, mendeportasi seorang warga negara Malaysia bernama Mastan bin Sapie karena terbukti melanggar Undang-undang Keimigrasian.

“Yang bersangkutan sudah kami pulangkan ke negaranya,” kata Suparman, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Palu, Rabu (16/5).

Menurut dia, warga negara Malaysia itu memiliki paspor dan visa, hanya saja visa yang dikantongi lelaki dari negeri jiran itu sudah kadaluarsa selama empat bulan.

“Seharusnya sebelum visa berakhir, yang bersangkutan harus meninggalkan wilayah Indonesia,” ujarnya.

Mastan terpaska ditangkap petugas Imigrasi di Kabupaten Donggala beberapa waktu lalu, karena masih tetap tinggal di Indonesia meski visanya sudah tidak berlaku lagi.

Sebelum dideportasi, Mastan telah menjalani karantina di ruang detensi (rudensi) Imigrasi Palu selama beberapa hari guna kepentingan pemeriksaan.

Selama Mei 2018 ini, kata Suparman, pihaknya telah mengamankan tiga warga negara asing (WNA) bermasalah.

Hingga saat ini, masih ada dua lagi WNA asal Philipina dan Tiongkok yang menjalani karantina di rudensi Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah.

Mereka adalah Ulnarion M Capitan, warga Philipina yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan Philipina itu ditemukan masyarakat di Kabupaten Tolitoli dalam kondisi lemas di atas perahu di Perairan Tolitoli pada April 2018.

Satunya lagi bernama Huang Lhiang (40), berkebangsaan Tiongkok.

Huang ditangkap petugas gabungan Kodim Donggala dan Imigrasi Palu di lokasi tambang emas ilegal di Desa Kayu Boko Kabupaten Parigi Moutong pada (12/5).

Warga Tiongkok itu ditangkap petugas gabungan Kodim 1306 dan tim Wasdakim Imigrasi Palu yang langsung dipimpin Kepala Imigrasi Kelas II Palu, Suparman. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...