Hasil Penelitian Tunjukkan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kota Kurang Baik

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Hasil penelitian Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan pembahasaan atau penggunaan Bahasa Indonesia untuk media luar ruang yang dipergunakan pemerintah daerah dan swasta di Kota Palangka Raya kurang baik.

Apabila hasil penelitian ini dibiarkan dan tidak ada upaya nyata untuk memperbaiki, maka dikhawatirkan penggunaan Bahasa Indonesia akan hilang atau tergerus oleh bahasa asing, kata Peneliti Pertama Balai Bahasa Kalteng Muston Sihotang, di Palangka Raya, Sabtu (24/3).

“Kami mengakui ada sebagian pihak beranggapan bahwa bahasa asing lebih fleksibel dan enak digunakan dibandingkan Bahasa Indonesia. Tapi, bagaimana pun Bahasa Indonesia harus paling utama dalam membuat media luar ruang,” ujar dia pula.

Kurang baik pembahasan media luar ruang di Kota Palangka Raya diukur dari papan nama pemerintah dan swasta, papan nama tempat usaha dan pusat perdagangan, iklan luar ruang, nama permukiman dan penginapan, petunjuk lalu lintas, dan tempat usaha.

Muston mengatakan pemerintah dan swasta dalam pembahasaan media luar ruang lebih mementingkan bagaimana pesan itu sampai kepada masyarakat dan tidak memperhatikan apakah penggunaannya sudah baik atau belum.

“Kami dari Balai Bahasa sangat mengharapkan agar hal seperti itu tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kami pun sangat terbuka menjadi wadah konsultasi berkaitan dengan kebahasaan media luar ruang. Apakah itu ejaan atau tulisannya, kami siap,” ujarnya pula.

Selain menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia, kabupaten/kota yang telah baik menggunakannya pun akan mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat. Pemberian penghargaan itu dilakukan sekali dalam lima tahun.

Peneliti Pertama Balai Bahasa Provinsi Kalteng ini mengaku pihaknya setiap tahun melakukan penelitian terhadap tiga kabupaten/kota dalam hal pembahasaan. Penelitian di Kota Palangka Raya telah dilakukan pada tahun 2017, dan hasil dua kabupaten lainnya pun akan segera disampaikan ke pemerintah setempat.

“Hasil dari penelitian ini nantinya menjadi penentu dalam memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang dinilai. Pemberian penghargaan itu sekali dalam lima tahun,” ujar Muston.

Hasil penelitian pembahasaan media luar ruang Kota Palangka Raya ini disampaikan saat Balai Bahasa Provinsi Kalteng menggelar diskusi diikuti Pemerintah Provinsi Kalteng, pemerintah kota, pelaku usaha iklan media ruang, dan lainnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER