Harga Cabai di Jayapura Naik Drastis


JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Harga cabai pada awal Ramadhan 1439 Hijriah di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Jayapura naik drastis hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Andi, salah satu penjual di Pasar Youtefa, Senin (21/5), mengungkapkan hari ini harga cabai yang ia jual adalah Rp100.000/kg, padahal sehari sebelumnya hanya RpRp60.000/kg.

“Harga dari agen naik, katanya stok cabai tiba-tiba kosong,” ujarnya.

Sedangkan untuk komoditi lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih harganya stabil, yaitu Rp50.000 dan Rp45.000/kg.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Hamadi, yakni harga cabai rawit naik menjadi Rp90.000/kg.

Sedangkan untuk bawang merah dan bawang putih harganya sama dengan yang ada di Pasar Youtefa.

Lika, salah satu penjual komoditi pertanian di Pasar Hamadi, berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan untuk menginterfensi harga cabai, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Sementara Kepala Bulog Divre Papua-Papua Barat, Fauzi Muhammad mengaku belum akan mengambil sikap hingga ada permintaan dari dinas terkait.

Menurut dia, dinas terkait sudah memiliki rencana untuk mendatangkan stok cabai dari hasil pertanian lokal yang ada di Kabupaten Keerom yang diharapkan dapat menurunkan harga jual cabai. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

The SOMAD Power

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close