Gubernur Sulut Sebut Kurang Tenaga Ahli untuk Kelola Keuangan

MANADO, SERUJI.CO.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan, kurangnya tenaga ahli di bidang keuangan menjadi kendala tersendiri dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Kita akan berkonsultasi dengan badan pemeriksa keuangan untuk mengatasi persoalan ini,” kata Gubernur di Manado, Selasa (3/4).

Hampir 10 tahun terakhir, kata dia, Pemprov Sulut belum bisa merekrut ASN yang memiliki kemampuan auditor internal handal, padahal kompetensi seperti itu sangat dibutuhkan.

“Semoga sinergitas kerja antarpemerintah provinsi, kabupaten dan kota dengan BPK terus terjaga sebagai mitra kerja yang saling membangun dan memberi masukan,” katanya.

Gubernur mengatakan, pemerintah provinsi telah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 kepada BPK RI Perwakilan Sulut.

Pemerintah daerah sebagai entitas yang diperiksa berharap BPK memeriksa laporan sesuai ketentuan berlaku.

Dirinya tak menyangkal, opini terbaik merupakan harapan tiap institusi pengelola keuangan negara, namun yang terpenting adalah menyelesaikan secara optimal seluruh pekerjaan yang dilaporkan.

“Paling penting pekerjaan harus beres dulu. Jika pekerjaan beres pasti laporan keuangan juga selesai dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan pemerintah baik di provinsi, kabupaten dan kota,” katanya.  (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER