Gubernur Sulsel dan KPK Tinjau Stadion Barombong dan GOR Mattoanging

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, bersama Koordinator Korsupgah KPK, Dwi Aprilia Linda, melakukan peninjauan di Stadion Barombong dan Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulsel, Jumat (5/7).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, kunjungannya bersama tim ini sebagai upaya menertibkan aset Pemprov Sulsel dan berharap pengelolaan Stadion Mattoanging segera diserahkan ke pemerintah dari pengelola sebelumnya yakni Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

“Agar supaya ini kita bisa lakukan rehabilitasi di sana. Soal penyerahan itu, kita serahkan ke Asdatun,” ujar alumni Universitas Jepang itu.

Adapun aset Pemprov Sulsel yang ditinjau bersama KPK, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sulsel, Agus Joko Santoso, serta dari pihak BPN itu yakni Stadion Mattoanging, dan GOR serta kolam renang yang ada di kompleks stadion tersebut.

Ia menjelaskan, pengelolaan aset pemerintah provinsi itu memang perlu karena selama ini tidak mendatangkan pendapatan bagi Pemprov Sulsel.

“Karena tadi sudah kita ingatkan, aset Pemprov tidak boleh dikomersilkan kecuali ada bagi hasil. Tapi ini tidak, sepanjang pengelolaan ke YOSS, tidak ada impact ke Sulsel,” ujar Bupati Bantaeng 2008-2018.

Nurdin berharap, agar masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersabar. Katanya, jika terkait pengelolaan sudah rampung, Pemprov Sulsel segera melakukan perbaikan terhadap Stadion Mattoanging.

“Makanya kita kompak turun, supaya masyarakat tahu bahwa kita serius menertibkan aset Pemprov,” ujarnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.