Gempa 4.9 SR Guncang Lembata


KUPANG, SERUJI.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR), pada Rabu pagi (11/10), mengguncang wilayah Lembata dan sekitarnya.

“Rabu ini pukul 07.10 Wita, kami mencatat wilayah Lembata dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik,” kata Kepala BMKG Kupang/Koordinator BMKG NTT, Hasanudin, Rabu (11/10).

Hasil analisis BMKG menunjukan gempa bumi yang terjadi berkekuatan 4,9 Skala Richter.

Pusat gempa bumi berada di laut 29 km arah Barat Laut Kota Lewoleba, Lembata dengan koordinat 8.23 Lintang Selatan dan 123.37 Bujur Timur di laut pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, dampak gempa bumi itu menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempa bumi BMKG (SIG-BMKG).

Atau III-IV skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah Lembata, kemudian berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG getaran gempa bumi dirasakan II SIG-BMKG (III-IV MMI) di wilayah Lembata, katanya.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi itu merupakan jenis gempa bumi tektonik akibat sesar aktif di sekitar Lembata hingga memicu terjadinya gempa bumi.

Terkait dengan peristiwa gempa bumi Lembata, yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun pada pukul 08.00 Wita, tidak terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG mengingat gempa bumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil, dan tidak berpotensi tsunami,” kata Hasanudin.

Sejak Ahad (8/10), wilayah Lembata dan sekitarnya terus diguncang gempa bumi.

Disamping itu, warga dari empat desa yang bermukim di sekitar lereng Gunung Lewotolok diungsikan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close