Elpiji Tiga Kilogram Hilang di Pasaran Kota Kendari

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Gas tabung elpiji ukuran tiga kilogram hampir seluruh wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menghilang di pasaran mengakibatkan warga panik mencari di sejumlah agen maupun pengecer, Senin (9/4).

Sejumlah agen menyebutkan bahwa kelangkaan tabung gas ukuran kecil itu telah habis sejak 4-5 hari terakhir ini.

Arban (63), salah seorang agen gas di Kota Kendari mengaku bahwa gas ukuran tiga kilogram itu sejak lima hari terakhir sudah habis, dan hinggga hari ini belum ada pasakan tabung dari pihak distributor.

“Di mana-mana agen gas tabung di Kota ini tidak memiliki lagi stok, dan semuanya kosong. Saya juga kurang faham kenapa bisa seperti ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan Hj, Tati (45), pedagang kebutuhan bahan pokok di pasar Bonggoeya yang juga menjual gas tabung eceran yang dibeli dari agen penyalur.

Ia mengatakan, hampir sepekan terakhir ini, masyarakat di kawasan itu mencari kebutuhan gas ukuran kecil itu, namun tak bisa tersalurkan karena stok gas itu habis sejak beberapa hari ini.

“Kalau pun ada gas tabung ukuran seperti itu, pedagang sudah menjualnya dengan harga antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung ukuran 3/kg bahkan mungkin lebih,” katanya.

Lain halnya Wa Tia (56), pedagang kios lainnya mengaku tidak lagi menjual gas ukuran kecil karena stoknya memang habis beberapoa hari ini, namun yang dijual sisa ukuran 12 kilogram dengan harga yang cukup besar.

“Kami masih ada stok gas tabung ukuran 12 kilogram hanya dua buah dengan harga Rp180 ribu per tabung atau naik dari harga normal yang biasanya dijual antara Rp160 ribu hinga Rp165 ribu per tabung,” ujaranya.

Belum ada keterangan dari pihak Pertamina maupun dari Hiswana Migas di kota ini terkait kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut, Namun kecemasan warga di kota ini utamanya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah mulai was-was terkait menghilanngya gas tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.