Dugaan Pungli, Polda Kalteng Tetapkan Sekda Tersangka

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat resmi menetapkan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Palangka Raya, Rojikinnor sebagai tersangka dalam dugaan kasus pungutan liar.

“Penetapan tersangka yang bersangkutan berdasarkan hasil gelar perkara penyidik kita. Dalam kasus ini hanya satu orang tersangka dan tidak ada tersangka lain selain Sekda kota,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Sumarto di Palangka Raya, Kamis (8/2).

Setelah menetapkan Rojikinnor jadi tersangka dalam dugaan kasus pungutan liar, tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga akan mendalami peran tersangka dalam hal tersebut.

“Perannya akan kita dalami. Setelah dilakukan pendalaman tentunya kita akan mengetahui peran yang bersangkutan sebagai apa,” katanya.

Meski demikian Sumarto belum mengungkapkan pasal yang di kenakan terhadap tersangka karena masih akan dilakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan.

“Untuk penetapan tersangka yang bersangkutan seminggu yang lalu sebenarnya. Hanya saja sebelumnya harus dilakukan gelar perkara agar sesuai dengan mekanisme ketika kita melakukan penetapan tersangka kepada yang bersangkutan,” katanya.

Perwira berpangkat melati tiga itu menambahkan, dalam perkara ini timnya akan bekerja sesuai kaidah dan proporsional.

Setelah resmi menetapkan Rojikinnor sebagai tersangka, penyidik tidak langsung menahan yang bersangkutan. Pasalnya saat pemanggilan oleh penyidik sebagai tersangka, Rojikinnor mewakilkan kepada dua kuasa hukumnya untuk berkoordinasi dengan pihak penyidik.

Sementara itu, Saiful Bahri dan Mas Rupani kuasa hukum Rojikinnor usai berkoordinasi dengan penyidik mengatakan, bahwa kliennya belum siap untuk hadir ketika dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Klien kita masih belum siap untuk hadir panggilan penyidik. Bahkan pada hari ini ia sedang menjalankan tugas dinasnya sebagai Sekda Pemerintah Kota Palangka Raya, makanya ia menunda pemanggilan pertama ini,” kata Saiful Bahri.

Saiful menambahkan, mengenai kondisi Rojikinnor sampai saat ini dalam keadaan sehat. Kemudian yang bersangkutan selama ini koperatif ketika dilakukan pemanggilan oleh penyidik.

Terkait ketidakhadiran Sekda, direncanakan pemanggilan kedua dilakukan pada hari Senin (12/2/18). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi