DPRD Penajam Kumpulkan Data Kerugian Warga Akibat Tumpahan Minyak

PENAJAM, SERUJI.CO.ID – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan pengumpulan data dan bukti-bukti terkait kerugian yang diderita warga setempat akibat tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan.

“Tumpahan bahan bakar minyak di Teluk Balikpapan itu mencemari pesisir pantai wilayah Penajam Paser Utara hingga belasan kilometer,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Syahruddin M Noor di Penajam, Ahad (8/4).

Tumpahan minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) telah mencemari pesisir pantai Kabupaten Penajam Paser Utara, sepanjang 13,9 kilometer dengan ketebalan mencapai satu centimeter.

Akibat tumpahan bahan bakar minyak tersebut menurut Syahruddin, selain menyebabkan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, juga sejumlah hutan bakau dan ekosistem lainnya di wilayah Penajam Paser Utara juga terdampak pencemaran minyak metah.

“Ratusan warga terdampak tumpahan bahan bakar minyak, banyak warga yang mengalami gangguan pernafasan, muntah-muntah dan pusing karena bau minyak yang menyengat.

Tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan tersebut juga berdampak kepada nelayan belat yang mengalami kerugian. Belat merupakan alat tangkap ikan di pesisir pantai dengan cara menggiring ikan masuk dalam perangkat yang meyerupai segitiga seperti haluan kapal.

Selain itu kebocoran pipa penyalur minyak mentah milik Pertamina di kawasan RT 04 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada Kamis (5/5) juga mencemari Sungai Besar Nenang dan berdampak pada warga sekitar, serta ke tambak-tambak yang pengairannya memanfaatkan air Sungai Besar Nenang.

“Informasi yang kami dapatkan nelayan mengalami kerugian karena pendapatan mereka menurun sebab tangkapan ikan menurun, dan udang tambak mati karena air tercemar minyak mentah,” ujar Syahruddin.

“Kami kumpulkan data-data yang nantinya akan disampaikan pada pertemuan dengan Pertamina,” tambah politisi Partai Demokrat tersebut.

Syahruddin menegaskan, Pertamina harus bertanggungjawab atas kerugian yang dialami masyarakat akibat tumpahan minyak mentah, serta kebocoran pipa penyalur minyak mentah itu.

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara berencana memanggil PT Pertamina (Persero) meminta kejelasan menyangkut tanggung jawab terhadap masyarakat maupun lingkungan yang rusak akibat tumpahan bahan bakar minyak dan kebocoran pipa penyalur minyak mentah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.