DPRD Kecam Dugaan Penelantaran Pasien di RSBG Kolaka


KOLAKA, SERUJI.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka, Sultra, Syaifullah Khalik, mengecam tindakan dugaan penelantaran pasien oleh dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Benyamin Guluh yang diadukan oleh keluarga pasien.

“Kita sangat prihatin atas kasus penelantaran pasien di rumah sakit Benyamin Guluh,” katanya di Kolaka, Rabu (28/3).

Menurutnya sudah banyak laporan yang masuk ke dewan mengenai persoalan penanganan pasien oleh dokter yang tidak bekerja secara profesional kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di rumah sakit.

Dari laporan itu kata politisi Gerindra itu dokter ahli yang bertugas di rumah sakit sering melakukan perjalanan ke luar daerah sehingga pasien yang membutuhkan pertolongan terkesan ditelantarkan.

“Dari laporan itu kita sesali kepergian ke luar kota dokter ahlinya saat ada pasien yang membutuhkan, sementara dokter ahli hanya satu orang ini kan namanya lepas tanggung jawab,” ungkap Syaifullah.

Apalagi lanjut Syaifullah dokter ahli yang bertugas di RSBG itu seorang ASN yang sudah diberikan berbagai fasilitas oleh pemerintah harusnya mendahulukan pertolongan kepada pasien.

Sebelumya pada hari Ahad (25/3) salah seorang pasien warga Sakuli Kecamatan Kolaka yang mengalami pendarahan dibawa keluarganya ke RSBG guna mendapatkan pertolongan namun hingga 18 jam menunggu dokter yang menangani masalah itu belum melakukan tindakan.

“Seharusnya yang namanya emergency pasien harus segera ditangani apalagi ini pendarahan namun kenyataannya kita harus menunggu selama 18 jam karena dokter ahli kandungan tidak berada di tempat,” kata Supriadi suami pasien. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close