Disperindag Biak Intensifkan Pengawasan Barang Kedaluwarsa

BIAK, SERUJI.CO.ID – Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengintensifkan pengawasan di lapangan terhadap penjualan peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa menjelang puasa pada tahun ini.

“Jajaran Disperindag Biak mengingatkan kepada masyarakat agar waspada peredaran makanan dan meninuman yang masih dijual menjelang Ramadan di pasar tradisional, kios, dan toko,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Yubelius Usior di Biak, Kamis (12/4).

Kadisperindag Yubelius Usior menyebutkan berbagai produk barang kedaluwarsa yang masih dijual di pasar sudah melanggar aturan yang berlaku tentang perlindungan konsumen.

Yubelius Usior mengungkapkan biasanya makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa dijual tersebut, di antaranya telah berubah warna serta menimbulkan bau yang tidak sedap.

Guna mencegah adanya praktik curang penjualan barang kedaluwarsa, menurut Yubelius Usior, warga Biak Numfor yang ingin membeli produk tersebut di pasar, minimarket, maupun di kios-kios harus jeli memeriksa kemasan barang bersangkutan.

“Bisa saja terjadi pengelabuan yang dilakukan para pedagang dengan cara mengubah tanggal masa berlaku makanan dan minuman yang dijual kepada konsumen, ya, ini menjadi perhatian warga jika membeli barang tertentu,” kata mantan Kadis Pariwisata itu.

Untuk menjaga produk barang yang dijual memenuhi kelayakan secara kesehatan dan batas edar, kata dia, petugas gabungan Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag, BPOM, dan instansi terkait senantisa bekerja sama turun langsung ke lapangan melakukan razia.

Hingga Kamis, aktivitas penjualan barang pokok di pasar, kios-kios, dan minimarket berjalan normal atau belum terlihat peningkatan menjelang Ramadan 1439 Hijriah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER