Disdik Pontianak Akan Tambah Komputer Untuk UNBK

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, akan menambah perangkat komputer di tingkat SMP/sederajat yang ada di kota itu tahun depan, untuk kelancaran pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

“Penambahan perangkat komputer tersebut agar pelaksanaannya UNBK tingkat SMP/sederajat semakin baik, yang penambahannya akan dilakukan tahun depan,” kata Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Mulyadi di Pontianak, Senin (30/4).

Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan dari hasil evaluasi pelaksanaan UNBK di tingkat SMP/sederajat di Kota Pontianak, dan juga sejumlah cacatan lain dari hasil evaluasi itu, diantaranya soal pasokan listrik dan koneksi dengan server pusat.

“UNBK tahun ini, kebanyakan dijalankan sekolah dengan tiga sesi sehari, hal itu dilakukan dengan menyesuaikan jumlah perangkat komputer yang ada, sehingga membuat ada siswa yang ujian di siang hari,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, secara keseluruhan pelaksanaan UNBK tingkat SMP/sederajat berjalan dengan baik, dan kendala yang dihadapi pun juga bisa diatasi, seperti masalah listrik, perangkat komputer, dan koneksi server internet yang sempat macet.

Menurut dia, tahun 2018, pihaknya telah menyediakan tambahan perangkat komputer sekitar 840 unit komputer untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK di SMP negeri, dengan sekitar 88 persen SMP/sederajat di Kota Pontianak yang sudah melaksanakan UNBK.

“Kami berharap sekolah swasta yang belum mampu melaksanakan UNBK tahun ini, bisa melaksanakannya tahun depan,” ujarnya.

Mulyadi juga menilai UNBK lebih unggul ketimbang Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Biaya besar hanya perlu dikeluarkan diawal, utamanya untuk pengadaan perangkat, tetapi saat pelaksanaan tidak perlu terlalu repot melakukan pengamanan soal.

Data Disdikbud Kota Pontianak, UNBK tingkat SMP/sederajat tahun ini diikuti 55 sekolah. Secara rinci jumlah sekolah yang menggelar UNBK adalah 26 SMP negeri, 26 SMP swasta, 2 MTs negeri, dan 1 MTs swasta.

Sementara jumlah peserta UNBK keseluruhan berjumlah 9.500 peserta, sedangkan peserta UNKP sebanyak 1.957 sehingga total 11.457 peserta. Untuk UNKP, naskah soal dibagi empat lokasi, yakni SMPN 20 yang mencakup wilayah Pontianak Utara, SMPN 1 mencakup Pontianak Timur, Barat, Selatan, Tenggara dan Kota. Kemudian di MTsN 1 dan MTsN 2. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan

Ghazwul Fikri dan Media