Disdik: Peningkatan Pendidikan di Sulteng Butuh Proses

PALU, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulteng butuhkan waktu dan proses yang panjang.

“Baru 1,5 tahun pendidikan menengah atas di bawah kewenangan provinsi,” kata Irwan, menanggapi pernyataan legislator DPRD Sulteng di Palu, Selasa (15/5).

Irwan mengakui bahwa peringkat mutu pendidikan di Sulteng hanya berapa tingkat di atas Provinsi Papua Barat. Namun, kata dia, itu dipengaruhi oleh beberapa indikator, salah satunya anjloknya nilai sekolah melalui ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Karena itu salah satunya upaya untuk melatih kejujuran anak didik,” ujarnya.

Untuk kualifikasi guru di Sulteng kata Irwan, semuanya berstatus sarjana, namun setelah uji kompetensi, hasilnya masih belum memuaskan. Sehingga butuh proses untuk memperbaiki yang lebih baik lagi.

Sebelumnya dalam hasil Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sulteng dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Selasa (08/05), menunjukkan masih rendahnya mutu pendidikan di wilayah Sulteng.

“Ini sangat menyedihkan karena posisi kita belum beranjak dari urutan ke-29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kita harus malu karena hanya empat tingkat di atas Papua,” kata Wakil Ketua Komisi IV, Zainuddin Tambuala.

Sementara Sulawesi Barat (Sulbar) dan Gorontalo yang merupakan provinsi baru, justru berada di atas.

Menurutnya, hal ini adalah masalah serius yang perlu penanganan secepatnya dan sama sekali tidak sinkron dengan visi Gubernur Sulteng yang ingin mewujudkan Sulteng, Maju, Mandiri dan Berdaya Saing.

“Gimana bisa maju, apalagi berdaya saing kalau generasi yang dihasilkan rendah mutu pendidikannya. Ini memalukan sebagai daerah yang banyak dilirik investor. Jangan heran kalau lapangan pekerjaan kita diisi tenaga dari luar, karena orang lokalan tidak bermutu,” tegasnya.

Kepada Kepala Dikbud, dia menyarankan untuk mengundurkan diri jika tidak mampu membenahi kondisi pendidikan yang terjadi saat ini.

“Sekarang sudah berjalan hampir tiga tahun pemerintahan Longki, namun kemajuan dunia pendidikan belum dirasakan. Ada yang salah strategi. Kami di komisi IV siap mengawal perbaikan masalah ini. Ini tantangan buat kita semua,” tegas politisi PKS itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER