Disdik: Peningkatan Pendidikan di Sulteng Butuh Proses

0
9
Siswa SMA/MAN
Ilustrasi Kegiatan Belajar Siswa SMA/MAN. (Foto: Istimewa)

PALU, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulteng butuhkan waktu dan proses yang panjang.

“Baru 1,5 tahun pendidikan menengah atas di bawah kewenangan provinsi,” kata Irwan, menanggapi pernyataan legislator DPRD Sulteng di Palu, Selasa (15/5).

Irwan mengakui bahwa peringkat mutu pendidikan di Sulteng hanya berapa tingkat di atas Provinsi Papua Barat. Namun, kata dia, itu dipengaruhi oleh beberapa indikator, salah satunya anjloknya nilai sekolah melalui ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Karena itu salah satunya upaya untuk melatih kejujuran anak didik,” ujarnya.

Untuk kualifikasi guru di Sulteng kata Irwan, semuanya berstatus sarjana, namun setelah uji kompetensi, hasilnya masih belum memuaskan. Sehingga butuh proses untuk memperbaiki yang lebih baik lagi.

Sebelumnya dalam hasil Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sulteng dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Selasa (08/05), menunjukkan masih rendahnya mutu pendidikan di wilayah Sulteng.

“Ini sangat menyedihkan karena posisi kita belum beranjak dari urutan ke-29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kita harus malu karena hanya empat tingkat di atas Papua,” kata Wakil Ketua Komisi IV, Zainuddin Tambuala.

Sementara Sulawesi Barat (Sulbar) dan Gorontalo yang merupakan provinsi baru, justru berada di atas.

Menurutnya, hal ini adalah masalah serius yang perlu penanganan secepatnya dan sama sekali tidak sinkron dengan visi Gubernur Sulteng yang ingin mewujudkan Sulteng, Maju, Mandiri dan Berdaya Saing.

“Gimana bisa maju, apalagi berdaya saing kalau generasi yang dihasilkan rendah mutu pendidikannya. Ini memalukan sebagai daerah yang banyak dilirik investor. Jangan heran kalau lapangan pekerjaan kita diisi tenaga dari luar, karena orang lokalan tidak bermutu,” tegasnya.

Kepada Kepala Dikbud, dia menyarankan untuk mengundurkan diri jika tidak mampu membenahi kondisi pendidikan yang terjadi saat ini.

“Sekarang sudah berjalan hampir tiga tahun pemerintahan Longki, namun kemajuan dunia pendidikan belum dirasakan. Ada yang salah strategi. Kami di komisi IV siap mengawal perbaikan masalah ini. Ini tantangan buat kita semua,” tegas politisi PKS itu. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...