Dinkes Ternate Periksa Ratusan Takjil

0
40
Takjil (ilustrasi)

TERNATE, SERUJI.CO.ID – Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) memeriksa 260 takjil guna memastikan seluruh makanan maupun minuman aman dikonsumsi umat muslim saat berbuka puasa.

“Takjil yang diperiksa itu diambil secara acak dari berbagai titik penjualan menu berbuka puasa,” kata Kadinkes Kota Ternate, dr Fathiah Summa di Ternate, Kamis (24/5).

Dia mengatakan, tim tersebut mengumpulkan berbagai makanan dan minuman itu di berbagai tempat penjualan takjil seperti di kawasan Pasar Dufa-Dufa, Pasar Bastiong dan Pasar Bahari Berkesan.

Dia mengatakan, tim yang diterjunkan ke lapangan akan setiap hari mengumpulkan menu makanan yang dijual untuk diperiksa guna memastikan layak untuk dikonsumsi apa tidak.

Akan tetapi, dari 260 takjil yang telah diperiksa masih layak untuk dikonsumsi dan sampai saat ini belum ditemukan adanya takjil yang tidak layak dikonsumsi Untuk itu, kata Kadinkes, kalau saat pemeriksaan ditemukan ada makanan maupun minuman yang tak layak maka pemiliknya akan diberi pembinaan dan kalau masih tetap saja menjual takjil tak layak konsumsi langsung dikenai sanksi.

Fathiah mengakui, tim yang turun ke lapangan ini bersama-sama tim Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Malut turun ke sejumlah titik perbelanjaan di Kota Ternate guna mengantisipasi adanya makanan tidak layak yang berbahaya untuk dikonsumsi umat muslim saat berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala BPOM Malut, Sarinah ketika dihubungi sebelumnya menyatakan, tim yang diterjunkan bersama instansi terkait memeriksa makanan berbuka puasa yang dijual pedagang.

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa merasa aman dalam mengkonsumsi produk makanan saat Ramadan.

Selain itu, pihaknya akan memeriksa berbagai makanan yang sudah kadaluarsa melalui serangkaian uji perubahan fisik maupun bau dari jumlah bakteri yang tumbuh dari produk yang dijual pedagang.

Dia mengakui, dalam pemeriksaan itu ada ditemukan kemasan kaleng maupun dos yang terbuka dan tidak layak untuk dijual, karena disinyalir akan ada bakteri yang masuk dalam produk makanan tersebut. (Ant/Su02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU