Dinkes: Pengidap HIV di Kolaka Naik

KOLAKA, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa jumlah pengidap penyakit HIV di daerahnya mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Massiri yang dikonfirmasi, Selasa (10/4), membenarkan terjadinya peningkatan pengidap penyakit itu khususnya kalangan pria berdasarkan temuan tim dinas kesehatan di lapangan.

“Peningkatannya sangat tinggi dua tahun terakhir,” katanya.

Menurutnya Kabupaten Kolaka merupakan salah satu daerah yang sangat terbuka dengan jalur perlintasan penduduk keluar masuk wilayah itu sehingga rentan penyakit ini berasal dari luar Kolaka.

Hasil temuan tim dilapangan kata dia pihaknya menemukan belasan orang yang mengidap penyakit itu merupakan warga Kolaka khususnya pria yang berumur sekitar 25-45 tahun.

“Ini menyangkut privasi orang jadi kita tidak bisa menyebut daerah serta nama pengidap penyakit itu dan kita sudah melakukan penanganan berupa pengobatan termasuk konseling,” jelas Harun.

Untuk mengantisipasi penularan penyakit itu kata Harun Massiri mengajak semua pemangku kepentingan termasuk ulama dan pemuka agama melakukan sosialisasi dan penyadaran terhadap masyarakat.

“Kita mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencegah penularan penyakit itu kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan keagamaan serta sosialisasi dampak dari penyakit menular itu,” jelas Harun Massiri. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.