Dinkes Kotawaringin Timur Sosialisasi Obat Golongan Narkotika

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyosialisasikan kepada masyarakat jenis obat-obatan mengandung karisoprodol yang kini dimasukkan dalam golongan narkotika.

“Dulu karisoprodol masuk kategori obat keras, tapi sekarang pemerintah memasukkannya ke dalam golongan narkotika karena banyak disalahgunakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr.Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Kamis (10/5).

Karisoprodol sejatinya merupakan obat yang membawa efek relaksasi, namun obat ini banyak disalahgunakan di masyarakat sehingga bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, ujarnya.

Obat mengandung karisoprodol yang banyak beredar di Kotawaringin Timur adalah carnophen atau zenith. Peredarannya cukup marak sehingga Kepolisian terus gencar menertibkannya karena dampaknya sangat buruk bagi masyarakat.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, menyebutkan bahwa karisoprodol termasuk golongan I narkotika. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya dengan daya adiktifnya sangat tinggi.

Sebelumnya, karisoprodol atau isomeprobamat, soma, dan isobamat, digolongkan ke dalam obat keras, yang aturan pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter. Salah satu obat yang mengandung karisoprodol adalah carnophen atau zenith.

Sejak 2013 lalu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mencabut izin edar obat yang mengandung karisoprodol karena dapat membahayakan. Artinya, obat-obatan mengandung karisoprodol yang diperjualbelikan secara bebas merupakan ilegal.

Faisal menambahkan, imbauan kepada masyarakat bukan hanya karena ancaman hukuman kepemilikan obat itu makin berat karena termasuk golongan narkotika, tetapi karena obat itu memang sangat berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat diminta melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari narkoba.

Mengonsumsi obat mengandung karisoprodol secara berlebihan tanpa adanya resep dari dokter, akan menimbulkan interaksi antar obat yang akan bisa memicu masalah susunan saraf pusat dan efek samping seperti hipotensi, kejang, depresi pernapasan, sampai bisa dapat menyebabkan kematian.

“Kami sudah bekoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Kalteng dan BNN Provinsi Kalteng, terkait masalah ini. Sosialisasi bahaya karisoprodol akan kami tingkatkan melalui berbagai kegiatan,” kata Faisal.

Sementara itu, selama ini pasal yang dijeratkan kepada pelaku pengedar dan bandar zenith, merujuk pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Hal itu dikarenakan sebelumnya zenith termasuk kategori obat-obatan yang peredaran dan penggunaannya harus sesuai aturan.

Namun kini, zenith dimasukkan dalam kelompok narkotika dan Polres Kotawaringin Timur menjerat pelaku juga dengan Undang-Undang tentang Narkotika, seperti halnya sabu-sabu. Sanksi berat diharapkan akan menimbulkan efek jera bagi pelaku. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER