derbyManchester

Menanti Panasnya Derby Manchester

Update: Hasil Pertandingan Liga Spanyol

Diguncang Gempa Beruntun, Warga Kecamatan Ile Ape Lembata Mengungsi

0
21
gempa lembata
Dampak gempa Lembata, warga Ile Ape diungsikan. (Foto: Dok BMKG)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mengungsi untuk mengamankan diri dari dampak gempa yang terjadi sejak Ahad (8/10).

“Hingga tadi malam pemerintah sudah membantu mengevakuasi warga yang berada di sekitaran gunung Ile Lewotolok sebagai akibat dari guncangan gempa bawah laut yang terus saja terjadi dan merusak sejumlah rumah,” kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dari Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Rabu (11/10).

Dia mengatakan hal itu menjawab aksi pemerintah setempat membantu masyarakat dari guncangan gempa dengan status Gunung Ile Lewotolok yang dinaikan dari level I atau normal ke level II atau waspada.

Menurut Thomas, saat ini para warga yang dievakuasi ada sebagian ditempatkan di Kantor Camat Ile Ape dan sebagian ditempatkan di bekas rumah jabatan Bupati Lembata di Lewoleba.

“Ada juga sebagiannya dijemput keluarga masing-masing dan tinggal di rumah keluarga yang aman,” katanya.

Yang saat ini mendiami lokasi pengungsian di Kantor Camat Ile Api sebanyak 224 orang dan yang berada di bekas Rumah Jabatan Bupati Lembata berjumlah 316 orang.

Bantuan makan dan obat-obatan sebagai tanggap darurat disalurkan kepada semua pengungsi di dua lokasi tersebut, untuk memastikan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan para warga yang menjadi korban gempa tersebut.

Terhadap stok obat-obatan, menurut Thomas juga tersedia termasuk siaga paramedis dan dokter di lokasi tempat pengungsian.

“Kemarin ada beberapa anak yang sakit karena kondisinya lemah dan sudah ditangani tim medis dan dokter di rumah sakit terdekat,” katanya.

Terkait stok pangan berupa beras, Thomas mengaku saat ini masih memanfaatkan stok beras yang ada di Dinas Sosial Kabupaten Lembata. Pemerintah akan meminta bantuan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bisa membekap stok pangan bagi warga.

Koordinasi dengan Badan penanggungan bencana provinsi dan pusat hari ini akan dilakukan, agar bantuan bisa segera digunakan, demi penyelamatan para warga yang mengungsi.

Memang diakuinya, status Gunung Ile Lewotolok atau yang disebut warga Gunung Ile Ape itu masih berada pada level siaga, namun goncangan gempa bawah laut yang sudah berulang kali terjadi itu telah menimbulkan korban.

Korban sejumlah rumah yang rusak akibat tertindih bebatuan dari Ile Lewotolok atau Ile Ape itu juga sudah terjadi. Setidaknya ada 11 rumah rusak berat dan 29 rumah ruak ringan.

Juga terjadi keguncangan jiwa, ketakutan dan gangguan psikologis lain sebagai akibat dari bencana tersebut.

“Apalagi untuk para lansia dan anak-anak. Kami melihat terjadi ketakutan yang maha dasyat di mental meraka,” katanya.

“Ini soal kemanusian jadi tidak harus menanti level gunung itu tinggi. Korban sudah terjadi saat ini dan butuh penanganan maksimal,” kata bekas pengajar sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Kupang itu.

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan di sekitar lereng dan lokasi Gunung Ile Lewotolok untuk memasrikan warga yang masih tertinggal dan belum dievakuasi. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

BPJS Kesehatan

Pemerintah: Penyakit Katastropik Tetap Dijamin BPJS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan pembiayaan penyakit katastropik akan tetap dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan...
aborsi

ICJR: Pengaturan Aborsi Bisa Jadi Celah Kriminalisasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menilai pengaturan pengguguran kandungan atau aborsi yang diatur dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berpotensi...
Angin puting beliung

Puluhan Rumah di Probolinggo Rusak Diterjang Puting Beliung

PROBOLINGGO, SERUJI.CO.ID - Puluhan rumah warga di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda di beberapa wilayah setempat, Selasa (12/12)...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...