Diguncang Gempa Beruntun, Warga Kecamatan Ile Ape Lembata Mengungsi

0
26
gempa lembata
Dampak gempa Lembata, warga Ile Ape diungsikan. (Foto: Dok BMKG)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mengungsi untuk mengamankan diri dari dampak gempa yang terjadi sejak Ahad (8/10).

“Hingga tadi malam pemerintah sudah membantu mengevakuasi warga yang berada di sekitaran gunung Ile Lewotolok sebagai akibat dari guncangan gempa bawah laut yang terus saja terjadi dan merusak sejumlah rumah,” kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dari Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Rabu (11/10).

Dia mengatakan hal itu menjawab aksi pemerintah setempat membantu masyarakat dari guncangan gempa dengan status Gunung Ile Lewotolok yang dinaikan dari level I atau normal ke level II atau waspada.

Menurut Thomas, saat ini para warga yang dievakuasi ada sebagian ditempatkan di Kantor Camat Ile Ape dan sebagian ditempatkan di bekas rumah jabatan Bupati Lembata di Lewoleba.

“Ada juga sebagiannya dijemput keluarga masing-masing dan tinggal di rumah keluarga yang aman,” katanya.

Yang saat ini mendiami lokasi pengungsian di Kantor Camat Ile Api sebanyak 224 orang dan yang berada di bekas Rumah Jabatan Bupati Lembata berjumlah 316 orang.

Bantuan makan dan obat-obatan sebagai tanggap darurat disalurkan kepada semua pengungsi di dua lokasi tersebut, untuk memastikan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan para warga yang menjadi korban gempa tersebut.

Terhadap stok obat-obatan, menurut Thomas juga tersedia termasuk siaga paramedis dan dokter di lokasi tempat pengungsian.

“Kemarin ada beberapa anak yang sakit karena kondisinya lemah dan sudah ditangani tim medis dan dokter di rumah sakit terdekat,” katanya.

Terkait stok pangan berupa beras, Thomas mengaku saat ini masih memanfaatkan stok beras yang ada di Dinas Sosial Kabupaten Lembata. Pemerintah akan meminta bantuan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bisa membekap stok pangan bagi warga.

Koordinasi dengan Badan penanggungan bencana provinsi dan pusat hari ini akan dilakukan, agar bantuan bisa segera digunakan, demi penyelamatan para warga yang mengungsi.

Memang diakuinya, status Gunung Ile Lewotolok atau yang disebut warga Gunung Ile Ape itu masih berada pada level siaga, namun goncangan gempa bawah laut yang sudah berulang kali terjadi itu telah menimbulkan korban.

Korban sejumlah rumah yang rusak akibat tertindih bebatuan dari Ile Lewotolok atau Ile Ape itu juga sudah terjadi. Setidaknya ada 11 rumah rusak berat dan 29 rumah ruak ringan.

Juga terjadi keguncangan jiwa, ketakutan dan gangguan psikologis lain sebagai akibat dari bencana tersebut.

“Apalagi untuk para lansia dan anak-anak. Kami melihat terjadi ketakutan yang maha dasyat di mental meraka,” katanya.

“Ini soal kemanusian jadi tidak harus menanti level gunung itu tinggi. Korban sudah terjadi saat ini dan butuh penanganan maksimal,” kata bekas pengajar sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Kupang itu.

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan di sekitar lereng dan lokasi Gunung Ile Lewotolok untuk memasrikan warga yang masih tertinggal dan belum dievakuasi. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...