Delapan Warga Filipina Belum Dipulangkan Imigrasi

SANGIHE, SERUJI.CO.ID – Kepala Kantor Imigrasi Tahuna, Sulawesi Utara, James Sembel mengungkapkan sampai saat ini masih ada delapan orang warga Filipina yang belum dipulangkan ke negara asal.

“Delapan orang tersebut saat ini masih ditahan di rumah Deteksi Manado sambil menunggu proses administrasi pemulangan yang sementara dilengkapi,” kata James di Tahuna, Senin (16/4).

Kantor Imigrasi Manado, kata dia, pekan lalu sudah berhasil memulangkan 31 orang nelayan asal Filipina melalui pelabuhan Bitung.

“Ke-31 nelayan warga Filipina telah dipulangkan melalui pelabuhan Bitung menggunakan kapal perang negara Filipina pada Jumat (13/4) pekan lalu,” kata dia.

Warga negara Filipina yang ditahan pemerintah Indonesia berprofesi sebagai nelayan, mereka ditemukan sedang melakukan pencurian ikan di perairan Sulawesi Utara.

“Semua warga negara Filipina yang ditahan Kantor Imigrasi, berprofesi sebagai nelayan yang ditemukan mencuri ikan di perairan Indonesia,” kata jelasnya.

Dia berharap dalam waktu dekat ini dokumen pemulangan bisa dilengkapi sehingga delapan warga negara Filipina segera dipulangkan ke-negara asal.

“Kami berharap dokumen yang sementara diurus segera dilengkapi supaya mereka segera dipulangkan ke negara asal melalui Bandar udara Samratulangi Manado,” kata dia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.