BPS: Angka Kemiskinan Papua Turun


BIAK, SERUJI.CO.ID – Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Simon Sapari menyebut jumlah angka kemiskinan di Provinsi Papua pada tahun 2017 mengalami penurunan hingga 27,62 persen dibanding tahun 2016 28,17 persen.

“Saya harapkan jumlah angka kemiskinan di Papua turun setiap tahun dengan adanya berbagai kebijakan nawacita pemerintah untuk membangun dari pinggiran masyarakat kampung,” kata Kepala BPS Papua Simon Sapari usai membuka pelatihan petugas podes di Biak terkait angka kemiskinan, Senin (23/4) di Provinsi Papua.

Ia mengatakan untuk mengejar ketertinggalan angka kemiskinan di daerah Papua pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar masyarakat agar dapat setara dengan daerah lain.

Beberapa infrastruktur yang terus dibangun pemerintah antara lain jalan, jembatan, pelabuhan, bandara udara, listrik, air bersih serta perumahan.

“Adanya perhatian pemerintah melalui kabinet kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla diharapkan terus mengurangi angka kemiskinan masyarakat di tanah Papua,” ujar Kepala BPS Simon Sapari.

Ia mengharapkan pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah harus mampu mendorong setiap program yang langsung menyentuh kebutuhan asli orang Papua sehingga dapat berdampak mengurangi angka kemiskinan masyarakat di 29 kabupaten/kota Provinsi Papua.

Dari data angka kemiskinan tahun 2013, lanjut Simon, sebesar 31,52 persen, tahun 2014 27,80 persen serta tahun 2016 sebesar 27,62 persen.

“Dominan angka kemiskinan di Papua masih berada di kampung dan distrik/kecamatan sehingga membutuhkan perhatian serius pemkab/pemkot untuk menurunkan jumlah warga miskin,” harap Kepala BPS Simon Sapari.

Sedangkan jumlah penduduk Papua, menurut Simon Sapari, sesuai data BPS Papua tahun 2017 sebanyak 3.285.202 jiwa dan tahun 2018 sebanyak 3.332.526 jiwa.

Berdasarkan data Kepala Papua Simon Sapari membuka pelatihan petugas pendata potensi desa di Kabupaten Biak Numfor dalam rangka pendataan yang berlangsung serentak mulai 2-31 Mei 2018 sebagai bahan untuk perencanaan dan pembangunan Nasional. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close