BNN Sultra Musnahkan Barang Bukti Sabu

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 500,88 gram dan tersangka RS (22) sedang menjalani proses hukum.

Kepala BNN Sultra Brigjen Pol Bambang Priyambada di Kendari, Senin (14/5), mengatakan barang bukti 500,88 gram yang siap edar dikemas dalam 10 paket plastik kecil masing-masing seberat 10 gram.

“Penyidik menyisakan 20 gram untuk kepentingan pembuktian dalam persidangan. BNN transparan dalam hal pemusnahan barang bukti agar tidak terjadi persepsi liar,” kata Bambang.

Pemusnahan barang bukti yang dilangsungkan di RSUD Kota Kendari turut disaksikan pejabat Direktorat Narkoba Sultra, unsur Kejati Sultra, Kejari Kendari, Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri dan BBN Kota Kendari.

Selain unsur pejabat terkait juga disaksikan tersangka RS (22) yang dikawal aparat BNN bersenjata laras panjang.

Sebelum pemusnahan Kepala BNN mengajak tersangka RS berbincang tentang keberadaan barang bukti 500,88 gram yang disita dari tangan tersangka 21 April 2018.

“Sesuai prosedur dalam pemusnahan mesti disaksikan tersangka untuk memastikan status barang bukti. Apakah barang bukti ini milik saudara tersangka,” tanya kepala BNN Bambang yang dibenarkan tersangka.

Tersangka RS yang diketahui pegawai honorer Dinas Kebersihan Kota Kendari dibekuk di Jalan Mekar Damai, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari pada Sabtu (21/4) sekitar pukul 21.40 Wita.

Paket sabu yang dikemas dalam 10 plastik masing-masing seberat 10 gram lebih berasal dari luar daerah Sultra melalui bandar udara Haluoleo yang akan diedarkan kepada beberapa orang yang sudah terdaftar sebagai pemesan.

Barang bukti sabu sabu seberat 500,88 gram yang ditaksir senilai Rp1 miliar merupakan temuan terbesar sepanjang 2017 hingga sekarang.

Tersangka yang mendekam dalam sel tahanan BNN Sultra dijerat pasal 114 ayat (2), subsider 112 ayat (2) atau pasal 127 huruf a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER