BMKG Imbau Nelayan Ternate Waspadai Cuaca Buruk

TERNATE, SERUJI.CO.ID – Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara meminta nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk mewaspadai cuaca buruk yang terjadi di perairan Malut.

Kepala BMKG Kota Ternate, Fahmi A Bachdar di Ternate, Senin (30/4), meminta para nelayan dan kapal cepat berukuran kecil harus mewaspadai tingginya gelombang, terutama di perairan Halmahera dan Ternate.

Selain itu, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi siang hingga malam hari terutama di wilayah Kota Ternate, Pulau Morotai, Saketa, Kayoa, Sofifi, Weda dan Jailolo Selain itu, tinggi gelombang 2 meter di perairan sekitar Pulau Halmahera diakibatkan oleh adanya angin kencang dari arah timur barat laut dengan kecepatan 40-50 km/jam dan diprediksi terjadi hingga tiga hari ke depan.

Selain itu, dirinya juga meminta agar jalur yang perlu diwaspadai terdapat pada lintasan Ternate-Jailolo dan Halut-Pulau Morotai yang mencapai 2,5 meter.

Untuk jalur untuk Ternate-Bitung dan Ternate-Sanana Kabupaten Kepulauan Sula hingga saat ini terjadi cuaca ekstrim maka akan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

Sebelumnya, sejumlah warga Ternate, enggan untuk berlayar dari Ternate ke berbagai kabupaten lainnya di Malut, menyusul cuaca ekstrim disertai tingginya gelombang tinggi di sekitar laut Ternate dan Tidore Kepulauan.

Salah seorang warga Ternate, Wahidah Pahe ketika dikonfirmasi mengakui membatalkan perjalanannya dari Ternate ke Jailolo karena cuaca yang tidak baik disertai angin kencang, sehingga dikhawatirkan terjadi musibah saat berlayar.

Angin kencang yang melanda Kota Ternate mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan terjadi pemadaman listrik akibat kosleting listrik. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER