BMKG: Beberapa Wilayah di Sultra Kembali Alami Hujan Ringan Hingga Lebat

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari merilis prakiraan cuaca yang terjadi pada hari ini dan Rabu (3/7) di wilayah Sulawesi Tenggara yang kembali mengalami hujan ringan hingga lebat.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Maritim BMKG Kendari, Adi Istiyono, di Kendari, Selasa (2/7), mengungkapkan sejumlah wilayah kabupaten kota di Sultra kembali mengalami hujan setelah lebih dari sepekan terakhir cuacanya cerah.

Ia mengatakan, pada pagi hari berpotensi hujan ringan di wilayah Kendari, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Buton Utara, Muna, Muna Barat, dan Bombana.

Pada siang dan sore hari berpotensi terjadi hujan sedang di wilayah Konawe Selatan, Kendari, dan Konawe, sedangkan hujan ringan di wilayah Kolaka Timur dan Konawe Utara.

Adi mengatakan, pada malam hari umumnya wilayah Sultra berawan kecuali di wilayah Kolaka Utara yang berpotensi hujan ringan.

Suhu udara berkisar 22-31 derajat Celsius dengan kelembaban udara 70-95 persen, sedangkan angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecempatan 2-30 kilometer per jam.

Hingga berita ini ditulis, kondidi wilayah Kota Kendari dan beberapa kabupaten di Sultra mengalami hujan ringan yang terjadi sejak sekitar pukul 06.00 Wita. Hingga pukul 13.45 Wita daerah setempat masih mengalami hujan dengan intensitas rendah.

Akan tetapi, di beberapa wilayah yang menjadi langganan banjir, seperti kawasan Sungai Wanggu Kelurahan Lepo-Lepo dan Wundudopi di Kecamatan Baruga, serta Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Wuawua, sebagian warga sudah mulai waspada karena air yang melewati drainase di halaman rumah mereka sudah meluap lagi.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau