Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV


NUNUKAN, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017.

“Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif mengidap HIV/AIDS pada 2017,” ungkap Agus, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kaltara melalui sambungan telepon dari Nunukan, Rabu (17/1).

Pada 2017 sebanyak 173 kasus penderita penyakit HIV/AIDS di Provinsi Kaltara masing-masing 65 menderita penyakit AIDS dan 108 orang penderita HIV didalamnya termasuk ke-12 ibu hamil itu.

Penderita penyakit ini tersebar pada seluruh kabupaten/kota namun terbanyak di Kota Tarakan sebanyak 95 kasus terdiri 57 penderita HIV dan 38 penderita AIDS.

Mengantisipasi penyebaran atau penularan penyakit mematikan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara telah melakukan strategi pencegahan dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat khususnya wanita dan pria penjaja seks.

Ia juga mengklaim meningkatkan kemitraan dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dalam memaksimalkan upaya-upaya pencegahan melalui sosialisasi tersebut.

Penyakit HIV/AIDS ini sangat rentan dialami masyarakat yang senang menjajakan seks sebagaimana saat ini sedang santer penyuka sesama jenis. Kemudian, kemungkinan masih banyak kasus yang sama belum terungkap yang berada di pelosok dan perusahaan-perusahaan.

Edy mengharapkan, kelompok beresiko tinggi menderita HIV/AIDS agar rutin memeriksakan diri dan pemerintah daerah memberikan dukungan dan kerja samanya sebagai salah satu bentuk pencegahan.

Sebab, kelompok beresiko tinggi seringkali menghindari petugas dan tertutup saat diperiksa kesehatannya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close