Bekraf Fokus Wujudkan Ambon Jadi Kota Musik Dunia


AMBON, SERUJI.CO.ID – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) fokus mewujudkan Ambon menjadi kota musik dunia pada 2019, kata Deputi V bidang Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Ari Juliano Gema.

“Perwujudan Ambon menuju kota musik dunia melalui pencanangan yang dilakukan Oktober 2016 sebagai salah satu persyaratan yang diputuskan Unesco,” katanya di Ambon, Sabtu (17/3).

Menurut dia, Ambon menjadi fokus utama walaupun saat ini tiga kota di Indonesia telah mengajukan ke Bekraf untuk menjadi kota musik seperti kota Manado, Medan dan Toraja.

“Kami prinsipnya siap mewujudkan Ambon sebagai miniatur kota musik di indonesia, karena telah mendapat dukungan dari enam deputi Bekraf yang konsentrasi ke Ambon agar hasilnya maksimal sesuai dengan apa yang diinginkan Unesco,” katanya.

Ia mengatakan, dari 16 sub sektor di Bekraf tiga sektor diantaranya menjadi unggulan yakni kuliner, kriya dan fashion, sedangkan tiga sektor lainnya masuk prioritas yakni film, animasi dan video, aplikasi dan pengembang permainan dan sektor musik.

Tiga sub sektor tersebut terjadi peningkatan sehingga tahun 2018 masuk prioritas, terutama sub sektor musik menjadi prioritas setelah Ambon dicanangkan menuju kota musik dunia.

“Kita bangun ekosistem agar apa yang telah dilakukan untuk mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia dapat berjalan secara optimal. Jika seluruh upaya ini mendapat dukungan Unesco, maka Ambon kedepan akan menjadi contoh bagi kota lainnya yang bakal menjadi kota musik,” ujarnya.

Ari menyatakan, untuk mendapatkan pengakuan dunia setidaknya ada tujuh syarat yang harus dipenuhi sebuah kota musik di antaranya kesiapan pemerintah daerah berupa penyiapan regulasi, infrastruktur penunjang berupa gedung pertunjukan seni, studio rekaman, sekolah musik, dan penyiapan SDM.

Pembangunan studio rekaman berstandar internasional serta gedung pertunjukan telah diresmikan ketua DPR RI, kedepan bagaimana para musisi lokal untuk memanfaatkan infrastruktur yang telah disiapkan ini.

Setelah dua infrastruktrur tersebut rampung,tahapan selanjutnya adalah pembangunan Pusat Dokumentasi Musik (PDM) terlengkap di Indonesia bekerjasama dengan Perpustakaan dan Arsip nasional.

“Nantinya PDM ini akan menampung seluruh dokumentasi musik di Indonesia. Kita berharap musik menjadi alat penggerak ekonomi,” tandasnya Bekraf lanjutnya, berupaya mewujudkan syarat yang ditetapkan Unesco sehingga nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Saat ini kota Ambon belum memiliki sekolah musik, tetapi kita optimis dalam waktu dekat Ambon akan memiliki sekolah musik yang dapat menghasilkan tenaga pemusik yang handal. Kita akan membantu Pemkot Ambon memwujudkan hal tersebut melalui penyiapan SDM dan kurikulum,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close