close

Balai Konservasi Lepas Empat Orangutan ke Alam Liar

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Yayasan BOS bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan USAID Lestari kembali melepasliarkan empat orangutan ke alam liar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Katingan, Selasa (3/4).

Dilepasliarkannya keempat orangutan tersebut setelah menjalani proses rehabilitasi dan telah memiliki keterampilan serta perilaku yang memenuhi syarat hidup mandiri di hutan, kata CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, Palangka Raya.

“Setelah dilepasliarkan, keempat orangutan akan dipantau penuh setiap hari selama dua bulan. Dan setelahnya pemantauan dilakukan dua jam per hari selama setahun,” tambahnya.

Keempat orangutan yang dilepasliarkan ke alam liar itu terdiri dari satu jantan bernama Meong umur 13 tahun, dan tiga betina bernama Hayley umur 13 tahun, Nabima umur 18 tahun dan Tari umur 5 tahun.


Jamartin mengaku sampai saat ini Yayasan BOS masih menerima bayi-bayi orangutan yang ditangkap dan dipelihara manusia. Sejak Januari 2018 pihaknya ada menerima empat orangutan baru, dan sekarang ini ada sekitar 600 orangutan direhabilitasi di Samboja Lestari maupun Nyaru Menteng.

“Kami sangat menghargai semua laporan dan temuan dari masyarakat, namun ini juga berarti masih banyak orang tidak menganggap serius konsekuensi hukum akibat memelihara orangutan,” ucapnya.

Menurut CEO Yayasan BOS ini, fakta hingga saat ini masih marak penebangan ilegal di berbagai wilayah hutan, termasuk yang dilindungi. Ini merupakan kondisi yang harus segera diperbaiki dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya Pemerintah.

Dia mengatakan reforestasi memang dapat memperbaiki hutan-hutan yang rusak, namun itu butuh waktu yang sangat panjang. Sementara kerusakan lingkungan telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

“Kami menegaskan perlunya penegakan hukum yang jelas dan tegas untuk mengubah persepsi masyarakat. Menjelang Hari Bumi yang kita peringati setiap tahun di bulan April, mari kita bersama-sama mulai peduli dan merawat bumi tempat kita semua tinggal,” demikian Jamartin. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Soal Imbauan Jokowi Untuk Berbaju Putih Yang Dipersoalkan BPN, MK Menilai Tidak Relevan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menilai dalil...

Jelang Pembacaan Putusan, Massa Aksi Damai Dekati Barikade Kawat Berduri

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni...

BPN Hormati Keputusan MK Memajukan Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menghormati...

Keputusan Sengketa Pilpres Dipercepat Pada Tanggal 27 Juni

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama...

PPDB Zonasi di Jakarta Akan Dilakukan Penyesuaian

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan...

Hindari Sinar-X, Sabu-Sabu Diselundupkan di Dalam Jok Mobil

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyelundup 15 kilogram (kg) sabu-sabu yang...

TERPOPULER