Virus Meluas di 11 Kabupaten, Kalbar Tetapkan Darurat Rabies

0
59
rabies

PONTIANAK – Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf mengatakan, saat ini penularan virus rabies semakin meluas, dimana sebelumnya hanya ada delapan kabupaten dengan kasus gigitan, kini sudah menyebar luas di 11 kabupaten.

“Peningkatan kasus ini terjadi sejak Mei hingga bulan Juni ini. Kasus yang baru terjadi di Kapuas Hulu, Kubu Raya, Mempawah, dan Kayong Utara. Kondisi yang dikhawatirkan yakni di Kubu Raya, sebab kabupaten ini berbatasan langsung dengan Pontianak sebagai ibu kota provinsi,” ujar Manaf, dilansir dari Antara, Rabu (21/6).

Manaf berujar bahwa pihaknya sudah melakukan langkah cepat dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya rabies. Termasuk juga dengan pemberian vaksin bagi korban gigitan dan pemusnahan hewan pengidap virus rabies.

“Masyarakat sudah dikumpulkan dan kami berikan sosialisasi bahaya rabies,” ujarnya.

Manaf menyebutkan dari kajian di lapangan ada tiga faktor yang menyebabkan meluasnya gigitan rabies. Pertama ini musim hewan kawin, dimana biasanya anjing jantan, banyak keluar masuk ke pemukiman untuk mengawini hewan betina.

Faktor kedua, datang dari cuaca. Ia mengatakan cuaca yang panas membuat anjing keluar dari hutan dan masuk ke pemukiman untuk mencari makan.

Ketiga, masih banyak orang yang melalulintaskan hewan (anjing), baik itu antara desa maupun kabupaten.

“Contoh, informasi yang kami terima masih ada yang membawa anjing untuk diperdagangkan antardesa dan kabupaten, tanpa diketahui anjing itu pengidap rabies atau tidak,” kata Manaf.

Menurutnya upaya yang dilakukan ialah dengan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat, kemudian melakukan vaksinasi pada hewan.

Hanya saja strategi itu masih terkendala sumber daya manusia dan dana yang terbatas. Untungnya tahun ini, Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat mendapat kucuran dari pemerintah pusat sebesar Rp700 juta.

Ia menuturkan bahwa dana itu akan digunakan untuk melatih tenaga vaksinator di masing-masing daerah tertular. Ada dua tenaga yang disiapkan untuk memvaksinasi hewan pengidap rabies (anjing).

“Diutamakan di daerah tertular. Nanti dua tenaga ini yang siap memvaksinasi anjing,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, dana yang bersumber dari APBD akan dipersiapkan untuk pengadaan vaksin dan peralatan lainnya. Ia berharap dengan cara ini persebaran hewan gigitan rabies bisa ditekan.

“Syarat pengendalian rabies minimal 70 persen vaksinasi hewannya. Jika bisa harus sampai 100 persen,” katanya lagi.

Sementara itu sesuai data yang diterima Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat jumlah anjing mencapai 167.000. Dari jumlah itu baru 53 anjing persen yang sudah divaksinasi.

“Kemudian vaksinasi yang dilakukan tidak hanya pada anjing sebagai penyebab rabies, tapi juga hewan lainnya seperti kera. Hanya saja persentase anjing menjadi hewan pengidap rabies cukup tinggi, mencapai 95 persen,” pungkasnya. (HA/IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

Prabowo Masih Kaji Cagub untuk Jawa Tengah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra menegaskan belum mengambil keputusan mengenai calon gubernur untuk Jawa Tengah (Jateng). Gerindra masih melakukan pengkajian secara mendalam untuk memilih...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...