Aparat Kawal Ketat Proses Evakuasi Warga ke Timika

0
100
Pembebasan sandera dan evakuasi warga dari kelompok separatis Papua
Proses pembebasan sandera dan evakuasi warga dari kelompok separatis Papua, Jumat, 17/11/2017. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 344 warga yang dievakuasi dari perkampungan di Distrik Tembagapura, dikawal hingga tiba dengan selamat di Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Jumat sekitar pukul 18.30 WIT.

Mereka dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri, dan diturunkan dari sembilan bus di gedung Tongkonan, jalan Sam Ratulangi, Timika sekitar pukul 19.00 WIT.

Anggota TNI-Polri menempati bus tersendiri dalam proses pengawalan tersebut.

Loading...

Adapun nomor lambung bus pengangkut warga yang dievakuasi yakni 140418, 140439, 140450, 140353, 140287, 140312, 140311, 140419, 140342.

Khusus untuk bus dengan no lambung 140313 ditumpangi tim pengawalan berjumlah 36 orang dipimpin oleh AKBP Victor D Macboun (Kapolres Mimika).

Sementara itu sanak keluarga warga yang dievakuasi bersama dengan beberapa ketua kerukunan telah bersiaga untuk menjemput keluarga mereka.

Tim kesehatan yang tergabung dari berbagai instansi kesehatan langsung merespons cepat warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan pertama.

Seorang ibu hamil terpaksa langsung dilarikan ke RSUD Mimika sedangkan beberapa pasien lain yang mengalami pusing, mual dan lemas langsung ditangani oleh tim medis di posko yang telah disediakan di samping kiri gedung.

Rosida (51) yang sempat dirawat tim medis menuturkan bahwa hampir semua warga non Papua yang sempat terisolasi oleh kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tidak dapat berisitirahat dengan baik selama kurang lebih dua pekan terakhir karena takut dan was-was.

Warga yang dievakuasi langsung dikumpulkan di dalam gedung dan didata berdasarkan suku masing-masing.

Pendataan juga dilakukan anggota Polres Mimika terhadap warga yang menjadi korban materil maupun moril.

“Bapak dan ibu pendataan ini penting untuk kami lakukan penindakan selanjutnya sehingga bagi yang merasa menjadi korban dari tindakan KKB silahkan mendata diri ke anggotaan kami,” kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon.

Usai pendataan, Kapolres Mimika menyerahkan para warga yang dievakuasi kepada pemerintah daerah dan selanjutnya Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang menyerahkan kepada ketua-ketua kerukunan untuk diantar pulang ke rumah masing-masing.

Yohanis pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk TNI dan Polri yang telah bekerja keras mengevakuasi warga.

Ketua Kerukunan Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika Imam Parjono mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas kerja keras Satgas Terpadu (TNI-Polri) yang telah mengevakuasi warga termasuk anggota KKJB sampai ke Timika dengan selamat.

Parjono juga mengatakan bahwa dengan pengalaman seperti ini, pihaknya akan mengimbau warganya yang berprofesi sebagai pendulang tradisional untuk tidak lagi bekerja di area perkampungan Tembagapura.

Ia juga berharap agar kedepannya Pimpinan Daerah dalam hal ini Bupati Mimika Eltinus Omaleng untuk dapat berpartisipasi aktif untuk penanganan terkait kantibmas di wilayah itu. Bukan sebaliknya pergi meninggalkan daerah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU