Angka Partisipasi Angkatan Kerja di Sulut Menurun

0
27
  • 1
    Share
Pencari kerja (foto:istimewa)

MANADO, SERUJI.CO.ID – Angka partisipasi angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Februari 2018 menurun 1,05 poin jika dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

“Hal ini akibat jumlah pekerja dan pencari kerja berkurang,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Dendi Handiyatmo di Manado, Senin (21/5).

Padahal, katanya, pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Sulut pada Februari 2018 kian meningkat, yaitu sebanyak 1,86 juta atau naik 1,34 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Dari sejumlah tenaga kerja tersebut, katanya, sekitar dua pertiganya merupakan pekerja dan pencari kerja, sedangkan sisanya masih bersekolah, mengurus rumah tangga, atau melakukan kegiatan aktif lainnya.

Pada Februari 2018, angka partisipasi angkatan kerja di Sulut tercatat sebesar 67,73 persen, artinya dari 100 penduduk usia kerja terdapat 68 orang yang aktif secara ekonomi.

Dilihat menurut jenis kelamin, laki-laki pada Februari 2018 hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Dari 100 penduduk usia kerja laki-laki, sekitar 83 orang berpartisipasi aktif secara ekonomi, sedangkan dari 100 penduduk usia kerja perempuan, hanya sekitar 51 orang berpartisipasi aktif secara ekonomi.

Selain itu, katanya, meskipun lebih dari separuh penduduk usia kerja perempuan telah tergabung dalam angkatan kerja, namun hanya 47,71 persen yang masuk pasar kerja.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, persentase pekerja perempuan turun 0,92 poin.

“Hal ini dikarenakan semakin banyak penduduk perempuan yang mengurus rumah tangga,” jelasnya. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU