Aktivitas Penambangan Emas Ilegal Dongi-Dongi Masih Berlangsung

0
55
  • 6
    Shares
Pertambangan liar (ilustrasi)

PALU, SERUJI.CO.ID – Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu di wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah hingga kini masih berlangsung secara sembunyi-sembunyi.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, Selasa (27/3) berkunjung ke lokasi tersebut, menyaksikan masih ada beberapa lubang lama yang dibuka kembali oleh para oknum penambang yang diduga berasal dari luar Sulteng.

Selama beberapa jam di lokasi itu, petugas Polhut Balai Besar TNLL menemukan sejumlah lubang lama yang telah diaktifkan kembali tanpa diketahui oleh para petugas yang menjaga kawasan tersebut.

Selain menemukan lubang, juga beberapa peralatan milik penambang disimpan rapi dalam lubang seperti palu palu, paku, selang air, tali nilon, kunci busi mesin alcon, terpal, linggis dan karung untuk tempat reb (pasir/tanah yang mengandung emas).

Semua alat bukti penambangan emas tersebut langsung diamankan petugas Polhut dari Balai Besar TNLL yang disaksikan anggota Brimob Polda Sulteng yang selama ini ditugaskan sebagai BKO di pintu masuk dan lokasi tambang emas di wilayah Dongi-Dongi.

Hermas Saisa, seorang anggota Polhut Balai Besar TNLL di lokasi tambang membenarkan adanya penemuan sejumlah barang bukti milik penambang yang disimpan dalam lubang.

“Ini membuktikan bahwa memang benar masih ada penambang yang melakukan kegiatan di lokasi meski Peti itu sudah ditutup sejak 2016,” kata dia.

Dia mengaku, tidak pernah mengetahui mereka melakukan kegiatan karena dilakukan secara rapi.

Selama bertugas di lokasi, mereka belum pernah bisa menangkap para penambang ilegal tersebut.

Modus operasi para penambang cukup rapi sehingga tidak dapat didektesi petugas. Padahal petugas siang dan malam rutin melakukan patroli.

Herman mengatakan tidak ada lubang baru. Lubang yang ada semuanya lumbang lama yang mereka aktifkan kembali.

Untuk mengelabui petugas, penambang usai kegiatan menyimpan pelaratan mereka dalam lubang dengan menutup papan dan dialas terpal lalu ditimbun kembali dengan tanah.

Dengan demikian, lubang-lubang tersebut tidak bisa diketahui, bahwa sesungguhnya sudah diaktifkan kembali.

Agar mereka bisa nyaman dan leluasa melakukan kegiatan, ada salah satu teman dari penambang yang tugasnya hanya mengamati pergerakan petugas.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU